CIAMIS, SawalaJabar.com – Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Ciamis menggelar kegiatan SINGACALA GALUH (Silaturahmi Ngampar Maca Jeung Balarea) di Alun-alun Ciamis, Minggu (21/6/2026).
Kegiatan yang terbuka untuk umum tersebut menjadi bagian dari rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384 sekaligus upaya menumbuhkan budaya literasi di ruang publik.
Beragam aktivitas disuguhkan dalam kegiatan tersebut, mulai dari lomba mewarnai untuk anak-anak, silent reading, dialog buku, hingga berbagai permainan edukatif.
Para peserta dari berbagai kalangan tampak antusias mengikuti setiap rangkaian acara yang dikemas santai namun sarat nilai edukasi.
Kegiatan ini terselenggara melalui kolaborasi Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ciamis bersama Forum Taman Bacaan Masyarakat (TBM), Kavora, Duta Baca Ciamis, serta didukung sejumlah komunitas literasi lainnya.
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ciamis, H. Okta Jabal Nugraha, mengatakan Singacala Galuh merupakan upaya menghadirkan literasi lebih dekat dengan masyarakat.
Menurutnya, budaya membaca akan tumbuh lebih kuat apabila dikemas menjadi aktivitas yang menyenangkan dan dilakukan bersama-sama.
“Kami ingin menghadirkan suasana bahwa membaca bukan hanya dilakukan di perpustakaan, tetapi juga bisa menjadi aktivitas yang menyenangkan di ruang terbuka bersama keluarga, teman, maupun komunitas. Literasi harus menjadi bagian dari gaya hidup masyarakat,” ujar Okta.
Ia menjelaskan, pemanfaatan ruang publik sebagai lokasi kegiatan diharapkan mampu menghilangkan anggapan bahwa membaca merupakan aktivitas yang membosankan.
Sebaliknya, literasi dapat menjadi sarana membangun interaksi sosial, memperluas wawasan, sekaligus mempererat kebersamaan masyarakat.
“Alun-alun merupakan ruang berkumpul masyarakat. Karena itu kami ingin membawa buku ke tengah masyarakat agar siapa pun dapat merasakan bahwa membaca adalah kegiatan yang mudah, menyenangkan, dan bermanfaat,” katanya.
Menurut Okta, kolaborasi dengan berbagai komunitas literasi menjadi kekuatan penting dalam membangun budaya baca di Kabupaten Ciamis.
Gerakan literasi, katanya, tidak dapat dijalankan hanya oleh pemerintah, tetapi membutuhkan keterlibatan seluruh elemen masyarakat.
“Kami mengapresiasi seluruh komunitas, relawan, dan para pegiat literasi yang terus konsisten mengajak masyarakat gemar membaca. Semangat gotong royong seperti inilah yang menjadi modal besar dalam membangun masyarakat yang cerdas dan berdaya saing,” tuturnya.
Lebih lanjut, ia berharap kegiatan serupa dapat terus digelar secara berkelanjutan dengan menjangkau lebih banyak wilayah di Kabupaten Ciamis.
Semakin banyak ruang publik yang dimanfaatkan untuk kegiatan literasi, maka semakin besar pula peluang tumbuhnya budaya membaca di tengah masyarakat.
“Literasi bukan sekadar kemampuan membaca dan menulis, tetapi kemampuan memahami informasi, berpikir kritis, serta menghasilkan gagasan yang bermanfaat. Karena itu kami akan terus menghadirkan berbagai inovasi agar masyarakat semakin dekat dengan buku dan pengetahuan,” ungkapnya.
Okta mengajak seluruh masyarakat, khususnya generasi muda, untuk menjadikan membaca sebagai bagian dari aktivitas sehari-hari.
Menurutnya, kemajuan suatu daerah sangat dipengaruhi oleh kualitas sumber daya manusia yang memiliki budaya literasi yang baik.
“Mari kita jadikan membaca sebagai kebiasaan, bukan kewajiban. Ketika budaya literasi tumbuh, maka akan lahir generasi yang lebih cerdas, kreatif, dan siap menghadapi berbagai tantangan di masa depan. Itulah harapan kami melalui Singacala Galuh,” pungkasnya.*** (Adv)












