Jelang Muktamar, PCNU Ciamis Tekankan Regenerasi Ulama dan Penguatan NKRI

oplus_1026

CIAMIS, sawalajabar.com,- Menjelang pelaksanaan Muktamar Nahdlatul Ulama (NU) 2026, Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Ciamis menegaskan pentingnya regenerasi ulama sekaligus memperkuat komitmen kebangsaan sebagai dua agenda strategis yang perlu menjadi perhatian organisasi.

Muktamar dinilai tidak hanya menjadi forum pergantian kepengurusan, tetapi juga momentum menentukan arah perjuangan NU dalam menjawab tantangan bangsa.

Ketua PCNU Kabupaten Ciamis, KH. Arief Ismail Chowas, mengatakan muktamar merupakan amanat organisasi yang dilaksanakan setiap lima tahun sebagai forum tertinggi NU untuk melakukan evaluasi, menyusun program kerja, menetapkan kebijakan organisasi, hingga memilih kepengurusan Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU) yang baru.

Menurutnya, PCNU Ciamis akan membawa berbagai aspirasi yang berkembang di kalangan warga Nahdliyin, terutama terkait penguatan peran ulama, pengembangan organisasi, serta kontribusi NU dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

“Muktamar adalah kewajiban organisasi yang dilaksanakan setiap lima tahun. Forum ini menjadi ruang evaluasi sekaligus menyusun program dan memilih kepemimpinan baru yang memiliki visi besar untuk memajukan Nahdlatul Ulama, umat, dan bangsa,” ujar KH. Arief Senin (27/07/2026)

Ia menegaskan, salah satu harapan terbesar dari Muktamar NU mendatang adalah lahirnya figur-figur ulama yang memiliki kapasitas keilmuan mendalam, keteladanan moral, serta wawasan kebangsaan yang kuat.

Menurutnya, Indonesia saat ini membutuhkan lebih banyak ulama yang mampu menjadi panutan di tengah perubahan sosial, perkembangan teknologi, hingga dinamika kehidupan berbangsa.

“Bangsa ini tidak bisa dipisahkan dari peran para kiai dan ulama. Kita berharap lahir ulama yang saleh, berilmu, visioner, serta mampu menjadi teladan bagi masyarakat. Regenerasi ulama menjadi kebutuhan penting untuk masa depan bangsa,” katanya.

KH. Arief juga menilai ulama memiliki posisi strategis dalam menjaga keseimbangan antara kehidupan beragama dan kehidupan bernegara.

Karena itu, keberadaan ulama yang mampu memberikan pandangan moral kepada para pemimpin bangsa menjadi kebutuhan yang tidak bisa diabaikan.

“Pemimpin negara tentu membutuhkan masukan dan pendampingan dari para ulama yang memiliki integritas serta kepedulian terhadap umat dan bangsa. Sinergi antara umara dan ulama menjadi bagian penting dalam menjaga Indonesia tetap kokoh,” tuturnya.

Era Digital Dinilai Membuka Peluang Dakwah

Di tengah perkembangan teknologi informasi, KH. Arief menilai era digital bukan menjadi ancaman bagi NU. Sebaliknya, kemajuan teknologi harus dimanfaatkan sebagai media memperluas dakwah dan menyebarkan nilai-nilai Islam yang moderat.

Ia mengingatkan bahwa perbedaan pandangan dalam organisasi merupakan hal yang wajar selama proses musyawarah berlangsung. Namun setelah keputusan ditetapkan, seluruh warga NU harus menjunjung tinggi persatuan dan menjaga marwah organisasi.

“Perbedaan pendapat itu bagian dari musyawarah. Tetapi ketika keputusan sudah ditetapkan, semuanya harus menerima dan melaksanakannya dengan sikap yang elegan, rapi, serta tetap menjaga ukhuwah,” ujarnya.

Penguatan Pancasila Jadi Aspirasi dari Ciamis

Selain regenerasi ulama, PCNU Ciamis juga membawa gagasan agar PBNU semakin memperkuat peran NU dalam merawat nilai-nilai Pancasila melalui pendekatan Ahlussunnah wal Jamaah (Aswaja).

KH. Arief menegaskan, NU sejak awal memiliki komitmen kuat terhadap berdirinya Indonesia. Karena itu, menjaga Pancasila sebagai dasar negara merupakan bagian dari tanggung jawab seluruh warga Nahdliyin.

“Pancasila tidak untuk diubah ataupun diganti. Yang perlu dilakukan adalah memperkuat implementasinya dengan ruh nilai-nilai Ahlussunnah wal Jamaah sehingga semakin hidup di tengah masyarakat,” tegasnya.

Menurutnya, penguatan nilai-nilai kebangsaan perlu dilakukan secara berkelanjutan agar generasi muda tidak kehilangan jati diri di tengah derasnya arus globalisasi.

Ia menambahkan, NU telah memiliki berbagai perangkat organisasi yang bergerak di bidang pendidikan, kesehatan, ekonomi, dan pelayanan sosial. Tantangan ke depan adalah memastikan seluruh potensi tersebut mampu memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat.

“Program-program NU sebenarnya sudah banyak. Sekarang yang menjadi pekerjaan rumah adalah bagaimana semuanya berjalan lebih efektif dan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” katanya.

Lima Bus Delegasi Siap Berangkat ke Muktamar

Sebagai bentuk kesiapan mengikuti Muktamar NU 2026, PCNU Kabupaten Ciamis telah mempersiapkan keberangkatan delegasi dari Kabupaten Ciamis.

Sebanyak lima bus dijadwalkan berangkat pada 25 Agustus 2026 membawa peserta dan rombongan menuju lokasi muktamar.

KH. Arief berharap seluruh peserta dari Ciamis dapat berpartisipasi aktif dalam setiap pembahasan serta ikut melahirkan keputusan-keputusan yang membawa kemaslahatan bagi Nahdlatul Ulama, umat Islam, dan Indonesia.

“Harapan kami, Muktamar NU 2026 mampu melahirkan kepemimpinan yang visioner, memperkuat persatuan warga Nahdliyin, menjaga nilai-nilai kebangsaan, serta menghadirkan program-program yang semakin dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” pungkasnya. (Resa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *