CIAMIS, sawalajabar.com,– LAZ Hidayah Berbagi Indonesia (HBI) menegaskan bahwa program Beasiswa Sodaraku Cerdas tidak hanya berorientasi pada bantuan biaya pendidikan, tetapi juga menjadi wadah pembinaan karakter bagi mahasiswa.
Komitmen tersebut diwujudkan melalui pelaksanaan Seleksi Substansi dan Wawancara Beasiswa Sodaraku Cerdas yang digelar di Gedung FKIP Universitas Galuh, Ciamis, pada 14–16 Juli 2026.
Seleksi ini menjadi tahapan penting untuk menjaring calon penerima beasiswa yang tidak hanya unggul secara akademik, tetapi juga memiliki integritas, kepedulian sosial, jiwa kepemimpinan, serta semangat mengabdi kepada masyarakat.
HBI menilai keberhasilan pendidikan tidak cukup diukur dari prestasi di bangku kuliah, melainkan juga dari karakter yang dimiliki setiap mahasiswa.
Antusiasme terhadap program ini cukup tinggi. Sebanyak 579 mahasiswa dari 157 perguruan tinggi mendaftarkan diri sebagai calon penerima Beasiswa Sodaraku Cerdas.
Para pendaftar berasal dari 195 kota dan kabupaten di berbagai wilayah Indonesia. Setelah lolos seleksi administrasi, mereka mengikuti tahapan seleksi substansi dan wawancara sebagai bagian dari proses penentuan penerima beasiswa.
Direktur LAZ Hidayah Berbagi Indonesia, Muhammad Fauzi Ridwan, mengatakan Beasiswa Sodaraku Cerdas dirancang sebagai program pengembangan sumber daya manusia yang menggabungkan dukungan pendidikan dengan pembinaan karakter secara berkelanjutan.
Menurutnya, mahasiswa penerima beasiswa nantinya tidak hanya memperoleh bantuan biaya kuliah, tetapi juga akan mengikuti berbagai kegiatan pembinaan untuk memperkuat kapasitas diri, kepemimpinan, spiritualitas, kemampuan sosial, hingga jiwa kewirausahaan.
“Program Beasiswa Sodaraku Cerdas bukan sekadar bantuan biaya pendidikan. Kami ingin melahirkan generasi penerus yang memiliki empat karakter utama, yaitu cerdas akademik, cerdas spiritual, cerdas sosial, dan cerdas kemampuan usaha,” ujar Fauzi.
Ia menjelaskan, proses seleksi substansi dan wawancara menjadi bagian yang sangat penting karena memberikan gambaran lebih utuh mengenai kualitas calon penerima beasiswa. Penilaian tidak hanya berfokus pada prestasi akademik, tetapi juga menggali motivasi belajar, integritas, kepedulian terhadap sesama, kemampuan berkomunikasi, hingga komitmen peserta untuk memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Kami ingin memastikan bahwa mahasiswa yang menerima beasiswa adalah mereka yang memiliki semangat belajar, karakter yang kuat, kepedulian sosial, serta kesiapan untuk tumbuh menjadi pemimpin yang mampu menghadirkan solusi di tengah masyarakat,” katanya.
Fauzi menambahkan, HBI berkomitmen menjadi penghubung antara para dermawan dengan mahasiswa yang memiliki potensi besar, namun membutuhkan dukungan agar dapat berkembang secara optimal.
Menurutnya, dana zakat, infak, dan sedekah yang dipercayakan masyarakat kepada HBI tidak hanya diwujudkan dalam bentuk bantuan pendidikan, tetapi juga diinvestasikan untuk membangun kualitas sumber daya manusia yang kelak memberikan manfaat luas bagi bangsa.
“HBI berupaya menjadi jembatan antara para dermawan yang memiliki kepedulian dengan mahasiswa yang mempunyai potensi untuk berkembang dan memberikan manfaat bagi masyarakat. Kami berharap para penerima beasiswa kelak menjadi pribadi yang tidak hanya sukses untuk dirinya sendiri, tetapi juga mampu menginspirasi dan membantu orang lain,” tuturnya.
Sementara itu, Direktur Kemahasiswaan, Pengembangan Karier Mahasiswa, dan Alumni Universitas Galuh, Erlan Suwarlan, mengapresiasi penyelenggaraan Beasiswa Sodaraku Cerdas. Menurutnya, kolaborasi antara perguruan tinggi dan lembaga filantropi menjadi langkah strategis dalam memperluas akses pendidikan sekaligus meningkatkan kualitas generasi muda.
Ia menilai konsep yang diusung HBI memiliki nilai lebih karena tidak berhenti pada pemberian bantuan biaya kuliah, tetapi juga menanamkan nilai-nilai kepemimpinan, tanggung jawab, dan kepedulian sosial kepada mahasiswa.
“Kesempatan mengenyam pendidikan tinggi merupakan anugerah yang tidak dimiliki semua orang. Karena itu, program seperti Beasiswa Sodaraku Cerdas sangat penting untuk membantu mahasiswa melanjutkan pendidikan sekaligus membentuk karakter agar mereka tumbuh menjadi lulusan yang berkualitas dan siap berkontribusi bagi masyarakat,” ujarnya.
Melalui program ini, HBI berharap lahir generasi muda yang tidak hanya berprestasi di bidang akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, kepedulian sosial yang tinggi, serta kemampuan memimpin dan memberdayakan masyarakat.
Dengan demikian, manfaat beasiswa tidak berhenti pada penerima, melainkan terus berlanjut melalui kontribusi nyata yang mereka berikan bagi lingkungan dan bangsa. (Resa)












