UPZ Desa Jadi Daya Tarik, Baznas Ciamis Terima Kunjungan Studi Tiru dari Tegal

Oplus_131072

CIAMIS, SawalaJabar,- Inovasi Badan Amil Zakat Nasional (Baznas) Kabupaten Ciamis dalam membangun Unit Pengumpul Zakat (UPZ) hingga tingkat desa terus menarik perhatian berbagai daerah di Indonesia.

Setelah menerima kunjungan dari sejumlah provinsi, kali ini Baznas Kabupaten Ciamis menjadi tujuan studi tiru Baznas Kabupaten Tegal, Jawa Tengah, yang ingin mempelajari strategi optimalisasi penghimpunan zakat berbasis masyarakat, Senin (27/7/2026).

Kunjungan tersebut menjadi ajang berbagi pengalaman mengenai tata kelola zakat, infak, dan sedekah yang telah dikembangkan Baznas Ciamis. Fokus utama yang dipelajari adalah pembentukan UPZ Desa, yang dinilai berhasil memperluas jangkauan penghimpunan sekaligus meningkatkan manfaat zakat bagi masyarakat.

Perwakilan Baznas Kabupaten Tegal, Ahmad Rofiqi, mengatakan pihaknya memilih Kabupaten Ciamis karena memiliki model pengelolaan zakat yang dinilai inovatif dan telah terbukti berjalan efektif.

“Kami melihat Baznas Kabupaten Ciamis memiliki keunggulan yang belum banyak dimiliki daerah lain, terutama dalam pembentukan UPZ Desa. Potensi zakat, infak, dan sedekah di desa sangat besar sehingga kami ingin mempelajari bagaimana potensi tersebut dapat dihimpun dan dikelola secara optimal,” ujarnya.

Menurut Ahmad, selama ini penghimpunan zakat di Kabupaten Tegal masih didominasi melalui instansi pemerintah, lingkungan Kementerian Agama, sekolah, madrasah, serta sejumlah lembaga lainnya. Karena itu, keberadaan UPZ Desa dinilai dapat menjadi solusi untuk memperluas partisipasi masyarakat.

Ia mengaku optimistis konsep yang diterapkan Baznas Ciamis dapat direalisasikan di Kabupaten Tegal karena memiliki dasar regulasi yang jelas dan tahapan pelaksanaan yang terukur.

“Dari pemaparan yang kami terima, pembentukan UPZ Desa dilakukan sesuai regulasi dan melalui proses yang sistematis. Insyaallah model ini bisa kami terapkan di Kabupaten Tegal dengan menyesuaikan kondisi daerah,” katanya.

Selain mempelajari pembentukan UPZ Desa, rombongan juga mendapat pemaparan mengenai sejumlah program unggulan Baznas Kabupaten Ciamis, termasuk pola pendayagunaan zakat yang mampu memberikan manfaat langsung kepada masyarakat.

Ahmad berharap hubungan antara Baznas Kabupaten Tegal dan Baznas Kabupaten Ciamis tidak berhenti pada kunjungan studi tiru semata.

“Kami berharap komunikasi terus berlanjut. Ketika nanti proses pembentukan UPZ Desa dimulai di Kabupaten Tegal, kami berharap tetap mendapatkan pendampingan dari Baznas Kabupaten Ciamis. Alhamdulillah, pimpinan Baznas Ciamis menyatakan siap mendukung,” ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Baznas Kabupaten Ciamis, H. Lili Miftah, menyampaikan apresiasi atas kunjungan tersebut. Menurutnya, semakin banyak daerah yang datang ke Ciamis menunjukkan bahwa inovasi yang dibangun bersama masyarakat mendapat pengakuan luas.

“Alhamdulillah, apa yang kami lakukan di Ciamis ternyata bisa menjadi referensi bagi daerah lain. Beberapa waktu lalu kami menerima kunjungan dari Lampung dan Aceh, dan hari ini Baznas Kabupaten Tegal datang untuk belajar bersama,” katanya.

Lili menjelaskan, salah satu inovasi yang paling banyak menarik perhatian adalah Program Infak Desa, yang berkembang melalui jaringan UPZ Desa.

Program tersebut memungkinkan masyarakat berpartisipasi dalam gerakan infak dengan mekanisme yang mudah, sementara hasil penghimpunannya kembali dimanfaatkan untuk membantu warga di lingkungan masing-masing.

“Program Infak Desa banyak dipelajari karena manfaatnya benar-benar dirasakan masyarakat. Dana yang dihimpun dapat digunakan untuk membantu warga kurang mampu, mendukung kegiatan sosial, hingga berbagai program kemanusiaan lainnya,” jelasnya.

Ia menegaskan, keberhasilan Baznas Ciamis bukan hanya diukur dari besarnya penghimpunan zakat, tetapi juga dari tingginya kepercayaan masyarakat yang terus tumbuh.

“Kami menghimpun infak dari nominal yang kecil. Ketika dikelola secara amanah dan gotong royong, hasilnya mampu memberikan manfaat yang besar. Dari infak masyarakat, banyak warga yang bisa terbantu, termasuk pembangunan rumah layak huni dan berbagai bantuan sosial lainnya,” tutur Lili.

Menurutnya, kunjungan studi tiru ke Baznas Kabupaten Ciamis terus meningkat dari tahun ke tahun. Tidak hanya dari Pulau Jawa, tetapi juga dari Sumatera, Kalimantan, Sulawesi hingga wilayah Indonesia bagian timur.

“Sudah banyak daerah yang datang ke Ciamis untuk belajar. Mereka ingin mengetahui bagaimana strategi penghimpunan zakat, infak, dan sedekah yang kami jalankan sehingga mampu memberikan dampak nyata bagi masyarakat,” katanya.

Melalui inovasi pembentukan UPZ Desa dan Program Infak Desa, Baznas Kabupaten Ciamis kini semakin dikenal sebagai salah satu rujukan nasional dalam tata kelola zakat berbasis pemberdayaan masyarakat.

Model tersebut dinilai mampu memperkuat budaya gotong royong sekaligus memperluas manfaat zakat untuk meningkatkan kesejahteraan umat. (Resa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *