CIAMIS, Sawalajabar.com — Dinas Perpustakaan dan Kearsipan (Dispusip) Kabupaten Ciamis menghadirkan layanan Pojok Baca Digital (POCADI) di kawasan Alun-Alun Ciamis sebagai upaya memperluas akses literasi berbasis teknologi bagi masyarakat.
Fasilitas tersebut merupakan hasil kolaborasi antara Perpustakaan Nasional RI dan Pemerintah Kabupaten Ciamis, yang dirancang untuk menghadirkan layanan perpustakaan digital di ruang publik yang mudah dijangkau.
Kepala Dispusip Kabupaten Ciamis, H. Okta Jabal Nugraha, mengatakan penempatan POCADI di pusat aktivitas warga bertujuan mendekatkan layanan literasi agar lebih inklusif.
“Hadirnya POCADI di jantung kota ini adalah upaya kami untuk menjemput bola. Kami ingin masyarakat tidak lagi merasa perpustakaan itu jauh atau kaku,” ujar Okta.
Menurut dia, transformasi layanan ke arah digital menjadi langkah strategis untuk menyesuaikan dengan pola konsumsi informasi masyarakat, terutama generasi muda.
Melalui POCADI, masyarakat dapat mengakses ribuan koleksi buku elektronik (e-book) secara gratis menggunakan perangkat yang telah disediakan.
“Dengan fasilitas ini, warga bisa memanfaatkan waktu luang di ruang publik untuk membaca dan menambah wawasan,” katanya.
Atur Jadwal Layanan
Dispusip juga mengatur jadwal operasional layanan POCADI menjadi dua sesi setiap hari, yakni pagi pukul 07.30–09.30 WIB dan sore pukul 15.30–17.30 WIB.
Namun, layanan tersebut tidak beroperasi pada hari libur nasional dan masa cuti bersama.
Di dalam fasilitas POCADI, pengunjung disediakan perangkat komputer yang terhubung dengan aplikasi perpustakaan digital, sehingga dapat langsung mengakses berbagai koleksi bacaan.
Kehadiran fasilitas ini sekaligus menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam mendorong peningkatan minat baca masyarakat melalui pendekatan yang lebih adaptif dan berbasis teknologi.
Okta mengajak masyarakat untuk memanfaatkan fasilitas tersebut sebagai bagian dari kebiasaan baru dalam mengakses informasi.
“Kami berharap membaca bisa menjadi gaya hidup baru masyarakat Ciamis,” ujarnya.
Dengan memanfaatkan ruang publik sebagai titik layanan, H. Okta berharap POCADI tidak hanya menjadi sarana rekreasi, tetapi juga ruang edukasi yang mendukung peningkatan kualitas sumber daya manusia.*** (Adv)












