CIAMIS, SawalaJabar – Anggota DPRD Kabupaten Ciamis dari Fraksi Pan, Asep Rahmat, menyerap berbagai keluhan masyarakat saat menghadiri Musyawarah Perencanaan Pembangunan Daerah (Musrenbang) Rencana Kerja Pemerintah Daerah (RKPD) Ciamis Tahun 2027 tingkat Kecamatan Pamarican, Senin, (02/02/2026).
Dalam forum tersebut, sejumlah warga menyampaikan aspirasi, terutama terkait sarana dan prasarana pendidikan serta infrastruktur jalan. Salah satu keluhan utama datang dari perwakilan masyarakat yang menyoroti masih banyaknya bangunan sekolah dasar yang kondisinya tidak layak, bahkan membahayakan keselamatan siswa dan tenaga pendidik.
Menanggapi hal tersebut, Asep Rahmat yang merupakan anggota Komisi Pendidikan DPRD Ciamis mengaku sangat prihatin. Ia menyebutkan bahwa di beberapa desa di Kecamatan Pamarican masih ditemukan sekolah dengan kondisi rusak parah, bahkan ada yang terpaksa dirobohkan karena membahayakan.
“Pendidikan dan kesehatan adalah program prioritas pemerintah Republik Indonesia yang harus kita perjuangkan bersama. Apa artinya anak-anak diberi makan bergizi jika sekolahnya hampir roboh dan tidak aman?” tegas Asep dalam sambutannya.
Ia juga menyinggung visi besar pemerintah terkait pembangunan sumber daya manusia, termasuk program Indonesia Emas. Menurutnya, visi tersebut tidak akan tercapai jika sarana pendidikan dasar masih jauh dari kata layak.
“Bagaimana kita bicara Indonesia Emas jika anak-anak belajar dalam kondisi tidak aman dan tidak nyaman? Negara wajib hadir menjamin fasilitas pendidikan yang layak serta pengajar yang berkualitas,” ujarnya.
Asep mendorong para pemangku kepentingan, mulai dari pemerintah desa hingga dinas terkait, untuk lebih terbuka dan jujur dalam menyampaikan kondisi riil di lapangan. Ia menyoroti adanya ketidaksesuaian antara laporan hasil survei yang menyebut kondisi sekolah baik-baik saja dengan fakta yang ditemukan di lapangan.
“Di lapangan masih banyak SD yang kondisinya memprihatinkan. Ini harus disampaikan apa adanya agar bisa diperjuangkan bersama,” katanya.
Selain pendidikan, Asep juga menekankan pentingnya keseimbangan pembangunan antara infrastruktur umum dengan sektor pendidikan dan kesehatan. Dari 14 desa yang ada di Kecamatan Pamarican, menurutnya, usulan pembangunan masih didominasi oleh infrastruktur sarana prasarana, sementara sektor pendidikan dan kesehatan belum banyak tersentuh.
Ia berharap ke depan ada kolaborasi dan kreativitas dari semua pihak untuk membangun Kecamatan Pamarican yang lebih maju dan berdaulat, dengan menjadikan pendidikan sebagai fondasi utama pembangunan.
“Jangan hanya membangun dengan slogan. Mari kita mulai dari kebutuhan dasar kehidupan, yaitu pendidikan yang layak bagi anak-anak kita,” pungkasnya.












