CIAMIS, SAWALAJABAR.COM — Perpustakaan tidak lagi cukup dipandang sebagai tempat menyimpan dan membaca buku. Kini, perpustakaan juga diharapkan menjadi ruang untuk mencari informasi, belajar, berdiskusi, hingga mengembangkan kreativitas masyarakat.
Upaya mengenalkan peran tersebut menjadi salah satu pesan dalam Festival Literasi Ciamis 2026 yang digelar di halaman Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ciamis, Selasa (22/9/2026).
Melalui festival ini, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ciamis berupaya menghadirkan wajah perpustakaan yang lebih dekat dengan masyarakat. Berbagai kegiatan dikemas dengan memadukan literasi, edukasi, kreativitas, dan seni.
Salah satu yang menarik perhatian adalah kabaret literasi yang dimainkan sejumlah pegawai dinas dalam pembukaan festival. Pertunjukan tersebut mengangkat kisah empat anak dengan cita-cita berbeda yang mulai mengenal buku setelah hadirnya layanan perpustakaan keliling di desa mereka.
Cerita itu menggambarkan bagaimana buku dapat menjadi sumber pengetahuan sekaligus bekal bagi anak-anak untuk mengejar cita-cita.
Namun, pesan yang disampaikan tidak hanya sebatas ajakan membaca. Pertunjukan tersebut juga menjadi gambaran bahwa perpustakaan memiliki peran lebih luas dalam mendukung proses belajar dan perkembangan masyarakat.
Okta Ingin Ubah Pandangan Masyarakat
Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Ciamis, Okta Jabal Nugraha, mengatakan pihaknya ingin mengubah pandangan masyarakat terhadap keberadaan perpustakaan.
Menurutnya, perpustakaan selama ini masih sering dipahami sebatas tempat menyimpan koleksi dan membaca buku. Padahal, perpustakaan juga dapat menjadi ruang untuk mendapatkan informasi, memperluas pengetahuan, belajar, dan berdiskusi.
“Kita mencoba membangun image bahwa selama ini perpustakaan itu hanya menyimpan, membaca buku. Padahal di situ ada ruang informasi, ruang pengetahuan, pembelajaran dan terus meningkatkan diskusi dengan masyarakat,” kata Okta.
Karena itu, berbagai kegiatan dalam Festival Literasi Ciamis 2026 dikemas dengan pendekatan yang lebih beragam.
Selain menyediakan layanan buku, pesan literasi juga disampaikan melalui talkshow, edukasi, bimbingan teknis, dan pertunjukan seni.
Menurut Okta, pendekatan tersebut sekaligus memberikan ruang bagi pegawai untuk menunjukkan kreativitas mereka.
“Bagaimana membuat karya, sesuatu kreativitas oleh talenta-talenta karyawan. Timbullah jadi itu untuk Festival Literasi,” ujarnya.
Keterlibatan pegawai dalam pertunjukan menjadi salah satu contoh bahwa perpustakaan dapat bergerak lebih dinamis. Pegawai tidak hanya memberikan layanan, tetapi juga ikut menyampaikan pesan literasi kepada masyarakat melalui karya kreatif.
Perpustakaan sebagai Ruang Belajar dan Diskusi
Perubahan citra perpustakaan juga berkaitan dengan cara masyarakat memanfaatkan layanan yang tersedia.
Perpustakaan dapat menjadi ruang belajar bagi anak-anak, tempat mencari informasi bagi masyarakat, serta ruang bertukar gagasan bagi berbagai kelompok.
Konsep tersebut terlihat dalam Festival Literasi Ciamis 2026 yang melibatkan berbagai unsur, mulai dari pelajar, mahasiswa, akademisi, pengelola perpustakaan, pegiat literasi, pelaku UMKM, seniman hingga budayawan.
Kehadiran berbagai kalangan tersebut memperlihatkan bahwa literasi memiliki ruang yang luas. Tidak hanya berkaitan dengan kemampuan membaca, tetapi juga kemampuan memahami informasi, belajar, berkomunikasi, dan menghasilkan karya.
Festival yang berlangsung selama tiga hari, 22-24 September 2026, tersebut menjadi salah satu upaya untuk mendekatkan perpustakaan dengan masyarakat melalui berbagai kegiatan edukasi dan kreativitas.
Dengan pendekatan yang lebih beragam, masyarakat diharapkan semakin mengenal fungsi perpustakaan dan tertarik untuk memanfaatkannya.
Dorong Minat Baca Masyarakat
Okta berharap kegiatan yang lebih kreatif dapat membuat masyarakat semakin mengenal dan memanfaatkan perpustakaan.
Menurutnya, semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan perpustakaan, semakin terbuka pula ruang untuk meningkatkan budaya literasi di Kabupaten Ciamis.
“Sehingga nantinya akan mendorong minat baca dan budaya literasi di Ciamis semakin meningkat,” katanya.
Okta juga menyebut Ciamis saat ini berada di peringkat kedua di Jawa Barat berdasarkan indikator Indeks Pembangunan Literasi Masyarakat (IPLM) yang digunakan pemerintah.
Melalui Festival Literasi Ciamis 2026, Dinas Perpustakaan dan Kearsipan berharap masyarakat semakin memahami bahwa perpustakaan bukan sekadar tempat membaca buku.
Perpustakaan diharapkan dapat menjadi ruang terbuka untuk membaca, belajar, mencari informasi, berdiskusi, dan mengembangkan kreativitas.
Dengan perubahan citra tersebut, perpustakaan juga diharapkan semakin aktif menjangkau masyarakat melalui berbagai kegiatan yang sesuai dengan kebutuhan dan perkembangan zaman.*** (Adv)
