CIAMIS, Sawalajabar.com – Peningkatan mutu pendidikan tidak hanya bergantung pada proses pembelajaran di ruang kelas, tetapi juga membutuhkan penguatan sistem pembinaan, pendampingan, dan pengawasan pendidikan.
Dalam konteks tersebut, keberadaan penilik memiliki peran penting untuk memastikan penyelenggaraan pendidikan berjalan sesuai dengan standar dan terus mengalami perbaikan.
Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis mendukung pelaksanaan Uji Kompetensi Kenaikan Jenjang (UKKJ) Penilik yang berlangsung Kamis (6/8/2026).
Kegiatan tersebut menjadi salah satu bagian dari upaya meningkatkan kompetensi sekaligus profesionalisme penilik agar semakin siap menjalankan tugas dan tanggung jawabnya dalam mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan.
Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis Erwan Darmawan mengatakan, UKKJ bukan sekadar tahapan dalam proses kenaikan jenjang, tetapi juga menjadi momentum bagi penilik untuk mengukur dan mengembangkan kompetensi yang dimiliki.
Menurut dia, penilik dituntut memiliki kemampuan yang terus berkembang seiring dengan dinamika dan kebutuhan penyelenggaraan pendidikan.
“UKKJ ini kita harapkan menjadi bagian dari proses pengembangan profesionalisme penilik. Penilik memiliki tugas yang strategis dalam melakukan pembinaan, pendampingan, dan pengawasan. Karena itu, kompetensi mereka harus terus diperkuat agar mampu menjalankan tugas secara profesional dan memberikan manfaat nyata bagi satuan pendidikan,” ujar Erwan.
Ia menjelaskan, penilik tidak hanya berperan dalam melakukan pengawasan, tetapi juga menjadi bagian dari proses pendampingan dan pembinaan agar penyelenggara pendidikan dapat terus melakukan perbaikan.
Peran tersebut membutuhkan kemampuan untuk melakukan pemetaan persoalan, memberikan rekomendasi, serta mendorong satuan pendidikan agar mampu mengembangkan layanan sesuai dengan kebutuhan peserta didik dan masyarakat.
“Yang paling penting adalah bagaimana hasil dari proses peningkatan kompetensi ini dapat berdampak pada layanan pendidikan. Penilik harus mampu menjadi mitra yang memberikan pendampingan secara objektif, konstruktif, dan berorientasi pada perbaikan mutu. Dengan begitu, pengawasan tidak hanya menemukan kekurangan, tetapi juga mendorong hadirnya solusi,” kata Erwan.
Erwan berharap pelaksanaan UKKJ dapat menjadi bagian dari upaya membangun sumber daya manusia penilik yang kompeten, profesional, dan berintegritas.
Dengan penilik yang memiliki kompetensi sesuai tuntutan tugasnya, proses pembinaan dan pengawasan pendidikan di Kabupaten Ciamis diharapkan semakin efektif sehingga turut memperkuat kualitas layanan pendidikan secara berkelanjutan.*** (Adv)
