Dari Kertasari untuk Ciamis: Ribuan Warga Nyalakan Obor Persatuan di Malam Tahun Baru Islam

oplus_1026

CIAMIS – Malam itu, Islamic Center KH Irfan Hielmy bukan sekadar menjadi lokasi peringatan Tahun Baru Islam. Ribuan warga Kelurahan Kertasari menjadikannya ruang kebersamaan, tempat cahaya ratusan obor, lantunan salawat, dan doa-doa yang dipanjatkan bersama menyatu dalam semangat persatuan.

Untuk pertama kalinya, peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah tingkat Kelurahan Kertasari digelar secara besar-besaran.

Sekitar 2.000 warga dari 12 RW memadati halaman Islamic Center, Senin (15/6/2026) malam, mengikuti rangkaian pawai obor, santunan anak yatim, tausiyah Muharam, hingga istighosah akbar.

Mengusung tema “Guyub Ngawangun Galuh Nyungsi Kertasari Ngahiji Ngabakti”, kegiatan tersebut tidak hanya menjadi perayaan pergantian tahun dalam kalender Islam, tetapi juga penegasan bahwa kekuatan masyarakat berawal dari persatuan dan kepedulian sosial.

Kafilah obor dari berbagai wilayah Kertasari mulai bergerak menuju Islamic Center sejak petang.

Cahaya obor yang beriringan seakan menjadi simbol semangat hijrah yang dibawa masyarakat menuju kehidupan yang lebih baik.

Setibanya di lokasi, warga melaksanakan botram bersama, menikmati penampilan hadroh Pondok Pesantren Al Hasan, sebelum mengikuti rangkaian acara utama.

Momentum kebersamaan semakin terasa saat santunan diberikan kepada 112 anak yatim piatu. Bantuan yang berasal dari gotong royong masyarakat tersebut menjadi bukti bahwa nilai kepedulian sosial masih tumbuh kuat di tengah warga Kertasari.

Mewakili Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, Asisten Daerah III Setda Kabupaten Ciamis H. Wawan Ruhyat menyampaikan bahwa peringatan Tahun Baru Islam harus dimaknai sebagai momentum perubahan.

“Hijrah adalah proses transformasi diri, dari kondisi yang kurang baik menuju kondisi yang lebih baik, dari perpecahan menuju persatuan, dan dari keterbelakangan menuju kemajuan,” ujarnya.

Sementara itu, Lurah Kertasari Rezza Aliansyah Nugraha, S.STP menegaskan bahwa tema Ngahiji Ngabakti lahir dari keyakinan bahwa pembangunan tidak mungkin dilakukan sendiri.

“Kita harus ngahiji atau bersatu terlebih dahulu, baru kemudian ngabakti kepada masyarakat. Ketika masyarakat bersatu, banyak hal besar yang bisa diwujudkan bersama,” kata Rezza.

Ketua DMI Kabupaten Ciamis KH Muhammad Syarif Hidayat mengaku terkesan dengan antusiasme warga yang hadir. Menurutnya, selama puluhan tahun berada di lingkungan Pesantren Al Hasan, baru kali ini ia menyaksikan peringatan Tahun Baru Islam di Kelurahan Kertasari dilaksanakan dalam skala sebesar itu.

Ketua PHBI Kelurahan Kertasari Agus Sukmana menyebut keberhasilan kegiatan tersebut merupakan hasil gotong royong seluruh masyarakat tanpa mengandalkan anggaran pemerintah.

“Malam ini di luar ekspektasi. Lautan manusia memenuhi lokasi kegiatan. Ini menunjukkan kuatnya semangat kebersamaan masyarakat Kertasari,” ungkapnya.

Di penghujung acara, istighosah yang dipimpin para ulama dan tokoh agama berlangsung khidmat. Ribuan jamaah larut dalam doa-doa yang dipanjatkan untuk keselamatan bangsa, kemajuan daerah, dan kesejahteraan masyarakat.

Bertepatan dengan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384, peringatan Muharam di Kertasari menjadi lebih dari sekadar seremoni tahunan.

Ia menjelma menjadi penanda bahwa persatuan, gotong royong, dan kepedulian sosial masih menjadi kekuatan utama masyarakat dalam membangun Tatar Galuh dari lingkungan yang paling dekat: kampung dan kelurahannya sendiri. (Resa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *