Indeks
Ciamis  

Lansia Selamat dari Kebakaran, Damkar Ciamis Berhasil Cegah Api Meluas ke Permukiman

Oplus_131072

CIAMIS, sawalajabar.com,- Respons cepat petugas Pemadam Kebakaran (Damkar) Kabupaten Ciamis berhasil mencegah kobaran api meluas ke kawasan permukiman padat penduduk dalam peristiwa kebakaran yang terjadi di Jalan Cipto Mangunkusumo, Kamis (16/7/2026) sekitar pukul 12.30 WIB.

Kebakaran yang terjadi di kompleks pertokoan dan permukiman, tepat di samping Rumah Makan Bareh Solok dan tidak jauh dari Stasiun Ciamis itu menghanguskan tiga bangunan. Seluruh penghuni berhasil dievakuasi, termasuk seorang lansia yang diduga menjadi penghuni rumah asal munculnya api.

Kepala Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Kabupaten Ciamis, R. Ega Anggara Al K., S.H., M.M., mengatakan laporan kebakaran langsung ditindaklanjuti dengan mengerahkan personel Damkar untuk melakukan pemadaman dan pendinginan.

“Begitu menerima laporan, petugas langsung menuju lokasi untuk melakukan pemadaman. Setelah api berhasil dikendalikan, kami melanjutkan proses pendinginan agar tidak muncul kembali titik api. Alhamdulillah tidak ada korban jiwa dalam kejadian ini,” ujar Ega.

Dalam operasi pemadaman, Damkar Kabupaten Ciamis mengerahkan lima unit mobil pemadam kebakaran yang didukung enam unit armada tangki suplai air dari berbagai instansi. Armada pendukung tersebut berasal dari BPBD Kabupaten Ciamis dua unit, Kodim 0613/Ciamis satu unit, DPUTRP Kabupaten Ciamis satu unit, Perumdam Tirta Galuh satu unit, serta DPRKPLH Kabupaten Ciamis satu unit.

Menurut Ega, sinergi lintas instansi tersebut membuat proses pemadaman berlangsung cepat sehingga kobaran api tidak sempat merambat ke bangunan lain di kawasan permukiman yang cukup padat.

Diduga Berawal dari Kompor yang Sedang Digunakan Memasak

Berdasarkan hasil penanganan sementara, kebakaran diduga dipicu oleh kompor yang sedang digunakan memasak oleh penghuni rumah bernama Sadiah (70).

Saat peristiwa terjadi, terdapat tiga orang di dalam rumah. Salah seorang berada di ruang studio foto, sementara dua penghuni lainnya berada di bagian rumah yang berbeda.

Diduga, api muncul dari kompor yang dinyalakan saat memasak, kemudian membesar dan merambat ke bagian bangunan lain hingga akhirnya membakar tiga bangunan di sekitarnya.

“Untuk sementara dugaan awal memang berasal dari kompor. Namun penyebab pastinya masih menunggu hasil pemeriksaan setelah seluruh proses penanganan selesai,” kata Ega.

Meski sempat mengalami kepanikan, seluruh penghuni berhasil menyelamatkan diri. Sadiah kemudian dievakuasi ke rumah sakit untuk menjalani pemeriksaan medis karena mengalami syok ringan. Beruntung, ia tidak mengalami luka bakar maupun cedera serius.

Gudang JNE, Fitness Center dan Rumah Ikut Terdampak

Akibat kebakaran tersebut, tiga bangunan mengalami kerusakan, yakni sebuah bangunan yang digunakan sebagai gudang JNE, sebuah fitness center, serta satu rumah di bagian belakang yang juga difungsikan sebagai tempat usaha.

Petugas masih melakukan proses pendataan untuk memastikan luas area yang terdampak serta menghitung nilai kerugian material akibat peristiwa tersebut.

Salah seorang warga sekitar, Ani Randiani, mengatakan kobaran api pertama kali diketahui warga yang berada di sekitar lokasi.

“Rumah yang terbakar itu bagian belakang. Bangunannya dibagi menjadi beberapa ruangan yang disewakan. Begitu melihat api membesar, warga langsung berteriak meminta bantuan dan menghubungi petugas pemadam kebakaran,” tuturnya.

Masyarakat Diimbau Tingkatkan Kewaspadaan Selama Musim Kemarau

Ega mengingatkan masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran selama musim kemarau yang diperkirakan berlangsung lebih panjang. Ia mengacu pada Surat Edaran Bupati Ciamis yang mengimbau masyarakat meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana, termasuk kebakaran.

Menurutnya, masyarakat diminta lebih berhati-hati saat menggunakan kompor, memastikan instalasi listrik di rumah memenuhi standar keamanan, tidak membakar sampah sembarangan, serta tidak membuang puntung rokok di lahan kering yang mudah terbakar.

Selain itu, setiap rumah maupun tempat usaha dianjurkan memiliki alat pemadam api ringan (APAR) atau menyiapkan sarana sederhana seperti ember berisi pasir maupun cadangan air sebagai langkah penanganan awal apabila terjadi kebakaran.

“Kami mengajak masyarakat lebih peduli terhadap potensi kebakaran, terutama di musim kemarau. Jangan meninggalkan kompor saat memasak, pastikan instalasi listrik aman, dan segera laporkan kepada petugas apabila melihat adanya titik api agar penanganan bisa dilakukan lebih cepat,” tegasnya.

Ia juga mengapresiasi respons cepat masyarakat yang segera melaporkan kejadian sehingga petugas dapat tiba di lokasi dalam waktu singkat.

“Peran masyarakat sangat penting. Laporan yang cepat membuat petugas bisa segera bertindak sehingga api berhasil dikendalikan sebelum meluas ke permukiman lainnya. Semoga kejadian ini menjadi pengingat bagi kita semua untuk selalu waspada terhadap potensi kebakaran,” pungkasnya (resa)

Exit mobile version