Ciamis, sawalajabar.com. Belasan personel Taruna Siaga Bencana (TAGANA) diterjunkan dalam operasi pencarian korban di kawasan Jembatan Cirahong, Sabtu (23/5/2026).
Bersama tim SAR gabungan, mereka menyisir aliran Sungai Citanduy menggunakan dua unit perahu karet hingga ke sejumlah titik yang dinilai berpotensi menjadi jalur terbawanya korban.
Sejak pagi, aktivitas pencarian sudah terlihat di bawah Jembatan Cirahong. Personel gabungan tampak mempersiapkan perlengkapan operasi sebelum bergerak menyusuri sungai.
Beberapa petugas melakukan pemantauan dari bantaran, sementara tim lainnya bergerak menggunakan perahu untuk menyisir bagian tengah aliran sungai.
Warga yang berada di sekitar lokasi juga terlihat memantau jalannya operasi dari atas jembatan maupun tepian sungai.
Suasana di lokasi pencarian berlangsung serius dengan koordinasi antarpersonel yang terus dilakukan selama proses penyisiran berlangsung.
Wakil Ketua FK TAGANA Kabupaten Ciamis, Dimas Adrianto, mengatakan sebanyak 16 anggota TAGANA dilibatkan dalam operasi pencarian hari ini. Personel tersebut terdiri dari anggota TAGANA Kabupaten Ciamis dan Kota Tasikmalaya.
“Total ada 16 anggota TAGANA yang terlibat, terdiri dari 10 personel dari Kabupaten Ciamis dan enam anggota dari Kota Tasikmalaya. Kami juga menurunkan dua unit perahu karet untuk membantu proses pencarian,” ujarnya.
Menurut Dimas, pencarian dimulai dari bawah Jembatan Cirahong hingga titik Bulak Biru. Tim bergerak mengikuti pembagian sektor pencarian agar penyisiran dapat dilakukan lebih maksimal.
Selain menyisir badan sungai, petugas juga memeriksa sejumlah titik di tepian Sungai Citanduy, termasuk area semak dan tumpukan ranting yang berpotensi menjadi tempat tersangkutnya korban.
Dalam operasi yang dikomando Basarnas tersebut, TAGANA bersinergi dengan BPBD Kabupaten Ciamis, BPBD Kabupaten Tasikmalaya, BPBD Kota Tasikmalaya, serta Basarnas Tasikmalaya.
Keterlibatan berbagai unsur lintas daerah dinilai penting mengingat aliran Sungai Citanduy melintasi sejumlah wilayah sehingga pencarian membutuhkan koordinasi bersama.
Meski kondisi sungai relatif tenang, seluruh personel tetap diminta berhati-hati selama proses operasi berlangsung. Faktor keselamatan menjadi perhatian utama dalam setiap pergerakan tim di lapangan.
Hingga Sabtu siang, korban masih belum ditemukan dan operasi pencarian masih terus dilanjutkan sesuai rencana yang telah disusun tim SAR gabungan.
Petugas juga mengimbau masyarakat yang berada di sekitar bantaran Sungai Citanduy agar segera melapor apabila menemukan tanda-tanda yang berkaitan dengan korban. Dukungan informasi dari warga diharapkan dapat membantu mempercepat proses pencarian. (Resa)
