CIAMIS, Sawalajabar.com – Pemerintah Kabupaten Ciamis melalui Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida) kembali menggelar Lomba Inovasi Daerah Tahun 2026.
Ajang tersebut terbuka bagi dua kategori peserta, yakni Aparatur Sipil Negara (ASN) dan masyarakat umum sebagai bagian dari upaya mendorong budaya inovasi yang inklusif dan partisipatif di Kabupaten Ciamis.
Kepala Bapperida Kabupaten Ciamis, David Firdha, mengatakan lomba tahun ini mengusung tema “Kolaborasi dan Partisipasi Dalam Pemanfaatan Sumber Daya Secara Efektif, Efisien, dan Berkelanjutan.”
Menurutnya, tema tersebut mencerminkan semangat bahwa inovasi terbaik lahir dari sinergi berbagai pihak dan bukan hanya hasil kerja individu semata.
“Setiap inovasi yang dilombakan diharapkan merupakan hasil kerja sama nyata yang melibatkan berbagai pemangku kepentingan sehingga menghasilkan solusi yang adaptif, bermanfaat, dan berkelanjutan,” ujarnya.
David menjelaskan, Lomba Inovasi Daerah bukan sekadar kompetisi, melainkan bagian dari strategi pemerintah daerah dalam mendorong lahirnya solusi kreatif terhadap berbagai persoalan pembangunan.
Rangkaian lomba telah dimulai sejak Desember 2025 melalui sosialisasi kepada perangkat daerah dan pemerintah desa.
Tahapan kegiatan meliputi pendaftaran peserta, sosialisasi teknis penulisan proposal, seleksi administrasi, presentasi finalis, hingga validasi lapangan sebelum penetapan pemenang.
Menurut David, proses penilaian dilakukan secara independen dan objektif dengan melibatkan unsur akademisi, tokoh masyarakat, serta pegiat sosial.
“Ketiga unsur ini menghadirkan perspektif yang berbeda dalam menilai inovasi, baik dari sisi ilmiah, dampak sosial, maupun penerapannya di lapangan,” katanya.
Pemenang Berpeluang Tembus Tingkat Provinsi
Para pemenang Lomba Inovasi Daerah 2026 dijadwalkan diumumkan pada Juni 2026 bertepatan dengan peringatan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384.
Selain mendapatkan penghargaan di tingkat daerah, para pemenang juga berpeluang mengikuti Kompetisi Inovasi Jawa Barat (KIJB) yang difasilitasi langsung oleh Bapperida Kabupaten Ciamis.
Khusus peserta kategori ASN, pemerintah daerah juga membuka peluang untuk mengikuti seleksi PNS Berprestasi Tingkat Provinsi Jawa Barat melalui fasilitasi BKPSDM Kabupaten Ciamis.
Tak hanya itu, peserta yang ingin melindungi karya inovasinya juga akan difasilitasi dalam proses pendaftaran Hak Kekayaan Intelektual (HKI).
“Ini menjadi langkah strategis untuk melindungi hak kepemilikan inovasi sekaligus mendorong pengembangannya secara bertanggung jawab,” jelas David.
Lebih lanjut, David menegaskan Lomba Inovasi Daerah memiliki peran strategis dalam meningkatkan Indeks Inovasi Daerah (IID) dan Indeks Daya Saing Daerah (IDSD) Kabupaten Ciamis.
Pemerintah daerah berharap inovasi yang lahir dari kompetisi tersebut tidak berhenti pada tahap perlombaan, tetapi dapat terus diimplementasikan, dikembangkan, bahkan direplikasi di berbagai daerah.
“Harapannya inovasi yang lahir bisa benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan menjadi inspirasi pembangunan berbasis inovasi,” pungkasnya.*** (Adv)
