Ciamis  

Sekda Ciamis: Tenaga Kesehatan Tak Bisa Lagi Menghindari Teknologi

Oplus_131072

Ciamis, sawalajabar.com,-  Digitalisasi mulai mengubah wajah pelayanan kesehatan. Pemerintah Kabupaten menilai perubahan itu harus diikuti kesiapan tenaga kesehatan agar tidak tertinggal oleh perkembangan teknologi yang bergerak cepat.

Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, saat membuka Seminar Internasional yang digelar Badan Eksekutif Mahasiswa di Auditorium KH Ahmad Dahlan, Kamis (7/5/2026).

Seminar bertema “Transformasi Teknologi Kesehatan: Optimalisasi Kapabilitas Tenaga Kesehatan dan Aksesibilitas sebagai Peluang di Era Digital” itu menghadirkan sejumlah pembicara dari kalangan akademisi dan praktisi kesehatan.

Menurut Andang, perkembangan teknologi kesehatan kini tidak bisa dipisahkan dari sistem pelayanan masyarakat.

Karena itu, tenaga kesehatan dituntut mampu menyesuaikan diri dengan perubahan, mulai dari pemanfaatan sistem digital hingga pengembangan layanan berbasis teknologi.

“Teknologi kesehatan berkembang sangat cepat. Tenaga kesehatan harus bisa beradaptasi agar pelayanan kepada masyarakat juga meningkat,” kata Andang.

Ia menilai, keberhasilan transformasi digital di bidang kesehatan tidak hanya bergantung pada perangkat teknologi, tetapi juga kualitas sumber daya manusianya. Tanpa kesiapan tenaga kesehatan, inovasi digital dinilai sulit berjalan optimal.

Pemerintah daerah, kata dia, juga mendorong kolaborasi antara kampus, tenaga medis, pemerintah, dan pelaku industri kesehatan untuk mempercepat pengembangan teknologi yang lebih mudah diakses masyarakat.

Andang menyebut forum seminar menjadi ruang bertukar gagasan sekaligus membaca tantangan pelayanan kesehatan di masa depan, terutama di tengah percepatan teknologi digital.

Ketua , mengatakan seminar internasional tersebut merupakan bagian dari penguatan wawasan mahasiswa di luar ruang kuliah.

Menurut dia, mahasiswa kesehatan perlu memahami perubahan yang sedang terjadi di dunia medis, termasuk perkembangan teknologi yang kini mulai menjadi bagian penting pelayanan kesehatan.

“Perkembangan ilmu kesehatan berlangsung sangat cepat. Mahasiswa harus mampu mengikuti perubahan itu agar tidak tertinggal,” ujar Nurhidayat. (Resa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *