Ciamis, SawalaJabar — Seorang siswa berinisial NV diduga menjadi korban perundungan di lingkungan sekolahnya. NV mengaku kerap mengalami tindakan kekerasan fisik yang dilakukan oleh teman-temannya, Rabu (29/04/2026).
Dalam keterangannya, NV menyebut bahwa kekerasan yang dialaminya berupa cubitan di tangan hingga bagian tubuh lainnya. Perlakuan tersebut terjadi berulang kali selama dirinya berada di sekolah.
“Saya sering dicubit di tangan sama di badan. Sakit, tapi saya takut untuk melawan,” ujar NV.
Meski merasa takut untuk bersekolah, NV mengaku tetap berusaha datang ke sekolah karena memiliki keinginan kuat untuk belajar dan membanggakan orang tuanya.
“Saya sebenarnya takut ke sekolah, tapi saya ingin tetap belajar dan membuat orang tua bangga,” tambahnya.
Namun, upaya NV untuk tetap bertahan justru diiringi dengan perlakuan kekerasan yang terus berulang. Ia pun sempat menceritakan kejadian tersebut kepada orang tuanya.
Sayangnya, kondisi ekonomi keluarga menjadi salah satu alasan orang tua NV belum dapat mengambil langkah lebih jauh. Mereka mengaku hanya bisa menerima kenyataan pahit yang dialami anaknya.
Ayah NV menyampaikan bahwa saat ini pihak keluarga memilih untuk fokus pada pemulihan kondisi NV.
“Untuk saat ini kami lebih fokus ke penyembuhan NV dulu. Alhamdulillah sekarang sudah mulai bisa diajak komunikasi,” ujar sang ayah.
Ia juga mengungkapkan keterbatasan yang dihadapi keluarga dalam menangani persoalan tersebut.
“Kami sadar kondisi ekonomi keluarga kami terbatas. Kami hanya berharap NV bisa segera pulih dan kembali bersekolah dengan aman,” lanjutnya.
Saat ini, NV berharap kondisinya segera membaik agar dapat kembali menjalani aktivitas belajar seperti sediakala tanpa rasa takut.
