Disdik Ciamis Dorong Hari Belajar Guru untuk Perkuat Kompetensi dan Kualitas Pembelajaran

Dukungan tersebut diwujudkan melalui penguatan ruang belajar dan kolaborasi antarguru, salah satunya melalui kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) Sekolah Dasar (SD) Kabupaten Ciamis

Kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) Sekolah Dasar (SD) Kabupaten Ciamis, Kamis (6/8/2026). Foto: Istimewa
Kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) Sekolah Dasar (SD) Kabupaten Ciamis, Kamis (6/8/2026). Foto: Istimewa

CIAMIS, Sawalajabar.com – Peningkatan kualitas pendidikan tidak dapat dilepaskan dari kemampuan guru untuk terus belajar dan mengembangkan kompetensinya.

Karena itu, Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis mendukung implementasi Hari Belajar Guru sebagaimana tertuang dalam Surat Edaran Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Nomor 5684/MDM.B1/HK.04.00/2025.

Dukungan tersebut diwujudkan melalui penguatan ruang belajar dan kolaborasi antarguru, salah satunya melalui kegiatan Kelompok Kerja Guru (KKG) Sekolah Dasar (SD) Kabupaten Ciamis, Kamis (6/8/2026).

KKG menjadi ruang bagi para guru untuk saling berbagi pengalaman, mendiskusikan tantangan pembelajaran, serta mencari pendekatan yang dapat diterapkan sesuai dengan kebutuhan peserta didik di satuan pendidikan masing-masing.

Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Ciamis Erwan Darmawan mengatakan, Hari Belajar Guru perlu dimaknai sebagai momentum untuk membangun kebiasaan belajar yang dilakukan secara konsisten, bukan hanya sebagai kegiatan yang berlangsung pada waktu tertentu.

Menurut dia, perubahan kebutuhan peserta didik dan perkembangan dunia pendidikan menuntut guru untuk terus memperbarui pengetahuan sekaligus meningkatkan keterampilan dalam mengajar.

“Guru merupakan bagian penting dalam menentukan kualitas pembelajaran. Karena itu, guru juga harus memiliki ruang untuk terus belajar, berefleksi, dan berbagi pengalaman. Melalui KKG, kita ingin membangun budaya belajar yang kolaboratif sehingga guru tidak berjalan sendiri dalam menghadapi berbagai tantangan pembelajaran,” ujar Erwan.

Menurut Erwan, proses belajar antarguru dapat menjadi sarana untuk memperkaya praktik pembelajaran di sekolah.

Pengalaman yang dimiliki seorang guru dapat menjadi pengetahuan bagi guru lainnya, sementara berbagai persoalan yang muncul dalam proses belajar mengajar dapat dibahas bersama untuk menemukan solusi yang lebih sesuai dengan kondisi peserta didik.

“Yang kita harapkan bukan sekadar bertambahnya pengetahuan guru, tetapi ada perubahan dan peningkatan dalam praktik pembelajaran di kelas. Guru yang terus belajar akan lebih siap menghadirkan pembelajaran yang relevan, bermakna, dan mampu menjawab kebutuhan peserta didik,” kata Erwan.

Ia menambahkan, penguatan budaya belajar guru merupakan bagian dari upaya membangun ekosistem pendidikan yang berkelanjutan.

Melalui KKG dan berbagai ruang pengembangan profesional lainnya, para guru diharapkan terus menjaga semangat untuk belajar, berbagi, dan melakukan refleksi.

Dengan demikian, peningkatan kompetensi guru dapat berkontribusi langsung terhadap terciptanya pembelajaran yang semakin berkualitas bagi seluruh peserta didik di Kabupaten Ciamis.*** (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *