Di Balik Meriahnya Galuh Ethnic Carnival, Pasukan Ungu Setia Menjaga Ciamis Tetap Bersih

Oplus_131072

CIAMIS, sawalajabar.com,- Gemerlap kostum etnik, alunan musik tradisional, dan antusiasme ribuan warga mewarnai pelaksanaan Galuh Ethnic Carnival yang menjadi salah satu rangkaian peringatan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384, Kamis (11/6/2026).

Sejak siang hingga sore hari, masyarakat memadati sepanjang ruas jalan dari kawasan Disbudpora hingga Pendopo Bupati Ciamis untuk menyaksikan parade budaya yang menampilkan beragam kekayaan seni dan tradisi khas Tatar Galuh.

Di tengah kemeriahan tersebut, ada pemandangan lain yang tak kalah penting. Sejumlah petugas berseragam ungu tampak sigap menyusuri sepanjang rute karnaval.

Mereka adalah Pasukan Ungu, petugas kebersihan dari Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis yang bertugas memastikan jalannya kegiatan tetap bersih dan nyaman.

Sejak sebelum acara dimulai, para petugas telah bersiaga di sejumlah titik strategis.

Mereka bergerak mengikuti jalannya arak-arakan sambil mengumpulkan sampah yang ditinggalkan pengunjung maupun peserta kegiatan agar tidak menumpuk di sepanjang jalur karnaval.

Sekretaris DPRKPLH Kabupaten Ciamis, Aris Taufik Abadi, mengatakan pihaknya menerjunkan sebanyak 20 personel Pasukan Ungu yang didukung empat armada motor listrik pengangkut sampah untuk menjaga kebersihan selama kegiatan berlangsung.

“Kami menurunkan 20 orang Pasukan Ungu dan empat armada motor listrik pengangkut sampah. Mereka disebar di sepanjang rute mulai dari titik start di Disbudpora hingga finish di Pendopo Ciamis.

Tugas mereka memastikan sampah yang dihasilkan selama kegiatan dapat langsung ditangani sehingga tidak mengganggu kenyamanan masyarakat,” ujarnya.

Menurut Aris, menjaga kebersihan dalam kegiatan berskala besar merupakan bagian penting dari kesuksesan penyelenggaraan acara.

Karena itu, Pasukan Ungu tidak hanya bekerja saat kegiatan berlangsung, tetapi juga langsung bergerak melakukan pembersihan menyeluruh setelah acara berakhir.

“Begitu kegiatan selesai, petugas langsung menyisir seluruh area untuk membersihkan sisa sampah. Kami ingin memastikan jalur yang digunakan kembali bersih dan nyaman untuk aktivitas masyarakat,” katanya.

Di antara petugas yang bertugas hari itu, terdapat sosok Neni, salah seorang anggota Pasukan Ungu yang sejak pagi telah bersiap menjalankan tugasnya.

Perempuan tersebut mengaku berangkat dari rumah sejak pukul 06.00 WIB agar dapat hadir lebih awal dan mengikuti pembagian tugas sebelum kegiatan dimulai.

“Saya berangkat dari rumah jam enam pagi. Sebelum peserta karnaval mulai berjalan, kami sudah standby di lokasi untuk memastikan jalur kegiatan tetap bersih,” ujar Neni.

Menurutnya, bertugas dalam momentum Hari Jadi Kabupaten Ciamis menjadi kebanggaan tersendiri. Meski harus bekerja di tengah keramaian dan cuaca yang cukup terik, ia dan rekan-rekannya tetap bersemangat menjalankan tugas.

“Capek tentu ada, tapi kami senang bisa ikut berkontribusi menjaga Ciamis tetap bersih. Setelah acara selesai kami langsung membersihkan sampah yang masih tersisa supaya jalan kembali bersih,” tuturnya.

Usai parade budaya berakhir dan ribuan pengunjung mulai meninggalkan lokasi, Pasukan Ungu kembali menunjukkan dedikasinya.

Dengan sapu, pengki, kantong sampah, serta armada pengangkut yang disiapkan, mereka bergerak cepat membersihkan sepanjang rute Galuh Ethnic Carnival.

Dalam waktu relatif singkat, area yang sebelumnya dipadati ribuan orang kembali bersih dan tertata.

Di balik kemegahan kostum budaya dan kemeriahan Galuh Ethnic Carnival, Pasukan Ungu kembali membuktikan perannya sebagai garda terdepan kebersihan kota.

Mungkin mereka tidak berdiri di atas panggung atau menjadi pusat perhatian, namun berkat kerja keras mereka sejak pagi hingga acara usai, perayaan Hari Jadi Kabupaten Ciamis ke-384 dapat berlangsung meriah tanpa meninggalkan persoalan sampah.

Mereka adalah para penjaga kebersihan yang memastikan kemeriahan budaya tetap beriringan dengan wajah Ciamis yang bersih, nyaman, dan membanggakan. (Resa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *