Peserta PKN II Jawa Barat Belajar dari Ciamis

Oplus_131072

CIAMIS, sawalajabar.com,- Kabupaten Ciamis tidak hanya dikenal melalui berbagai capaian pembangunan dan penghargaan yang diraih, tetapi juga mulai dilirik sebagai daerah yang memiliki pengalaman untuk dipelajari dalam pengelolaan pemerintahan dan lingkungan.

Hal itu terlihat dari dipilihnya Kabupaten Ciamis sebagai salah satu lokus visitasi Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXII BPSDM Provinsi Jawa Barat Tahun 2026.

Sebanyak 60 peserta bersama empat pembimbing mengikuti rangkaian visitasi di Kabupaten Ciamis, Selasa (8/9/2026).

Mereka datang untuk melihat secara langsung bagaimana kepemimpinan, tata kelola pemerintahan, inovasi, pelayanan publik dan pengelolaan lingkungan dijalankan di daerah.

Rombongan peserta PKN diterima Pemerintah Kabupaten Ciamis di Aula Sekretariat Daerah (Setda) Kabupaten Ciamis. Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis Andang Firman Triyadi menyambut langsung kedatangan rombongan bersama jajaran pemerintah daerah.

Kegiatan visitasi tersebut mengangkat tema “Peran Kepemimpinan Adaptif dan Kolaboratif dalam Penguatan Tata Kelola Mitigasi Kerusakan Lingkungan.”

Tema tersebut menjadi salah satu alasan penting Ciamis dipilih sebagai lokus pembelajaran. Pengalaman Ciamis dalam pengelolaan lingkungan dinilai relevan dengan materi kepemimpinan yang sedang dipelajari para peserta.

Terlebih, Kabupaten Ciamis sebelumnya meraih predikat sebagai kota kecil terbersih di tingkat ASEAN pada 2025. Capaian tersebut menjadi salah satu pengalaman daerah yang dapat dilihat lebih jauh, terutama mengenai bagaimana kebijakan dan kolaborasi diterapkan hingga menghasilkan capaian di bidang lingkungan.

Belajar dari Pengalaman Ciamis

Sekda Ciamis Andang Firman Triyadi menyampaikan apresiasi atas kepercayaan BPSDM Provinsi Jawa Barat yang menjadikan Ciamis sebagai salah satu lokus visitasi.

Menurut Andang, kedatangan peserta PKN menjadi kesempatan untuk berbagi pengalaman mengenai proses penyelenggaraan pemerintahan di Kabupaten Ciamis.

Namun, ia berharap kegiatan tersebut tidak berhenti pada proses transfer pengetahuan dari Pemerintah Kabupaten Ciamis kepada peserta.

Sebaliknya, visitasi diharapkan menjadi ruang pertukaran pengalaman yang memberikan manfaat bagi kedua belah pihak.

“Dengan kunjungan visitasi kepemimpinan nasional ini, kami berharap dapat menjadi ruang pembelajaran dua arah. Bukan hanya peserta yang belajar dari Ciamis, tetapi kami juga berharap Pemerintah Ciamis dapat memperoleh wawasan, masukan dan gagasan baru dari para peserta,” ujar Andang.

Ia mengatakan, peserta PKN datang dengan latar belakang dan pengalaman pemerintahan yang beragam. Karena itu, interaksi selama kunjungan dapat menjadi kesempatan untuk melihat persoalan pemerintahan dari sudut pandang yang berbeda.

Menurutnya, pengalaman setiap daerah memiliki nilai pembelajaran masing-masing. Ada kebijakan yang berhasil diterapkan, tetapi ada pula tantangan yang harus dihadapi dalam prosesnya.

Karena itu, Andang meminta seluruh perangkat daerah yang menjadi lokus visitasi menyampaikan informasi secara terbuka dan objektif kepada peserta.

“Jangan hanya menyampaikan keberhasilan, tetapi juga bagaimana prosesnya, tantangannya dan langkah-langkah yang dilakukan. Dengan begitu, pembelajaran yang diperoleh peserta akan lebih utuh,” katanya.

Kepemimpinan Tidak Bisa Berjalan Sendiri

Andang menilai tema kepemimpinan adaptif dan kolaboratif sangat relevan dengan kondisi pemerintahan saat ini.

Perubahan kebutuhan masyarakat, perkembangan teknologi dan semakin kompleksnya persoalan pembangunan membuat pemerintah dituntut mampu beradaptasi.

Di sisi lain, banyak persoalan tidak dapat diselesaikan hanya oleh satu perangkat daerah. Dibutuhkan koordinasi dan kolaborasi lintas sektor agar kebijakan yang dibuat dapat berjalan efektif.

Hal tersebut termasuk dalam pengelolaan lingkungan. Persoalan lingkungan tidak hanya berkaitan dengan program pemerintah, tetapi juga membutuhkan keterlibatan masyarakat dan berbagai pemangku kepentingan.

“Semoga silaturahmi dan kolaborasi yang terbangun hari ini menjadi bagian dari ikhtiar bersama untuk menghadirkan kepemimpinan pemerintahan yang semakin adaptif, kolaboratif, inovatif dan berorientasi pada kepentingan masyarakat serta keberlanjutan,” ujar Andang.

Empat Perangkat Daerah Jadi Lokus

Sementara itu, Kepala BPSDM Provinsi Jawa Barat Dr. Ika Mardiah, M.Si. menjelaskan, kegiatan visitasi merupakan bagian dari proses pembelajaran dalam PKN Tingkat II.

Peserta tidak hanya mendapatkan pembelajaran di dalam kelas, tetapi juga memperoleh kesempatan untuk melihat secara langsung praktik kepemimpinan strategis di daerah.

Dalam visitasi di Kabupaten Ciamis, sebanyak 60 peserta didampingi empat pembimbing mengikuti rangkaian kegiatan pada sejumlah perangkat daerah.

Ada empat perangkat daerah yang ditetapkan sebagai lokus visitasi, yakni BKPSDM Kabupaten Ciamis, DPUTR Kabupaten Ciamis, DPMPTSP Kabupaten Ciamis dan DPRKPLH Kabupaten Ciamis.

Keempat perangkat daerah tersebut memiliki bidang tugas yang berbeda. Peserta dapat melihat bagaimana pengelolaan aparatur, pembangunan infrastruktur, pelayanan perizinan serta pengelolaan lingkungan dijalankan dalam kerangka tata kelola pemerintahan daerah.

Bagi peserta PKN, kunjungan tersebut menjadi kesempatan untuk membandingkan pengalaman yang diperoleh di Ciamis dengan kondisi dan tantangan di daerah masing-masing.

Sementara bagi Pemerintah Kabupaten Ciamis, visitasi menjadi ruang untuk membuka diri terhadap gagasan dan pengalaman baru dari para peserta.

Dengan pola pembelajaran dua arah tersebut, kunjungan PKN diharapkan tidak sekadar menjadi agenda pelatihan, tetapi menghasilkan pertukaran pengetahuan yang dapat diterapkan untuk memperkuat kualitas kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan.

Ciamis pun tidak hanya menjadi daerah yang dikunjungi, tetapi menjadi bagian dari proses pembelajaran tentang bagaimana kepemimpinan yang adaptif, kolaboratif dan inovatif dapat diterapkan untuk menjawab tantangan pembangunan, termasuk dalam menjaga keberlanjutan lingkungan. (Resa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *