Anggaran Terbatas, Bupati Herdiat Bangga Warga Ciamis Tetap Gotong Royong

Oplus_131072

CIAMIS, sawalajabar.  Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya menyampaikan rasa bangga dan syukur atas kuatnya budaya gotong royong di tengah masyarakat. Di tengah keterbatasan kemampuan fiskal pemerintah daerah, kepedulian warga dinilai menjadi salah satu kekuatan penting dalam menjaga pembangunan dan fasilitas umum di Kabupaten Ciamis.

Herdiat mengatakan, semangat gotong royong masih terjaga dan berjalan di berbagai lingkungan masyarakat. Warga tidak hanya menunggu pemerintah ketika menghadapi persoalan, tetapi ikut mengambil bagian dalam menyelesaikan kebutuhan di lingkungannya.

Salah satunya terlihat ketika terdapat jalan lingkungan yang rusak. Masyarakat secara bersama-sama melakukan perbaikan agar akses tersebut tetap dapat digunakan.

“Gotong royong selalu terjaga dan berjalan. Jalan saja rusak diperbaiki. Karena ya begitu, anggaran kita terbatas,” ujar Herdiat.

Kebutuhan Pembangunan Terus Bertambah

Herdiat mengakui kebutuhan pembangunan di Kabupaten Ciamis cukup besar. Infrastruktur jalan, fasilitas pelayanan publik hingga kebutuhan dasar masyarakat harus ditangani secara bertahap sesuai skala prioritas.

Sementara itu, kemampuan anggaran pemerintah daerah memiliki keterbatasan. Kondisi tersebut membuat tidak seluruh kebutuhan masyarakat dapat ditangani dalam waktu bersamaan.

Pemerintah tetap berupaya mengalokasikan anggaran untuk pembangunan dan pemeliharaan infrastruktur. Namun, prosesnya harus disesuaikan dengan kemampuan keuangan daerah.

Menurut Herdiat, kondisi cuaca juga menjadi tantangan tersendiri dalam menjaga kualitas infrastruktur, terutama jalan.

“Kadang kala sakit hati, hujan datang, tapi karena kemampuan kita,” katanya.

Pernyataan tersebut menggambarkan tantangan pemerintah dalam menjaga infrastruktur agar tetap dalam kondisi baik, sementara kebutuhan penanganan terus muncul.

Gotong Royong Jadi Kekuatan Masyarakat Ciamis

Di tengah keterbatasan tersebut, Herdiat memberikan apresiasi kepada masyarakat yang tetap memiliki kepedulian terhadap lingkungan.

Menurutnya, gotong royong bukan hanya membantu menyelesaikan persoalan secara praktis, tetapi juga memperkuat hubungan sosial dan rasa memiliki masyarakat terhadap lingkungan tempat tinggalnya.

Ketika warga bersama-sama memperbaiki jalan lingkungan, membersihkan fasilitas umum atau melakukan kegiatan pembangunan secara swadaya, manfaatnya dapat langsung dirasakan masyarakat.

Hal tersebut juga membantu pemerintah dalam menjaga fasilitas yang telah tersedia.

“Bangga dan bersyukur mempunyai masyarakat,” ungkap Herdiat.

Bupati berharap budaya gotong royong tidak hilang di tengah perubahan zaman. Sebaliknya, semangat tersebut perlu terus diwariskan kepada generasi muda sebagai bagian dari karakter masyarakat Ciamis.

Perbaikan Jalan Dilakukan Bertahap

Herdiat menegaskan bahwa pemerintah daerah tetap berkomitmen meningkatkan kualitas infrastruktur jalan. Penanganan dilakukan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi jalan, tingkat kebutuhan masyarakat dan kemampuan anggaran.

Pemerintah juga terus mendorong sinergi dengan pemerintah provinsi maupun pemerintah pusat agar dukungan terhadap pembangunan infrastruktur di Kabupaten Ciamis dapat semakin optimal.

Data pemantapan jalan nasional hingga 2024 menunjukkan tingkat kemantapan mencapai 90,14 persen. Meski demikian, masih terdapat sekitar 10 persen ruas jalan yang membutuhkan penanganan lebih lanjut.

Kondisi tersebut menunjukkan bahwa pembangunan infrastruktur membutuhkan dukungan anggaran yang berkelanjutan serta kerja sama lintas pemerintahan.

Pemerintah dan Masyarakat Saling Menguatkan

Bagi Herdiat, pembangunan tidak semata-mata bergantung pada kemampuan anggaran pemerintah. Partisipasi masyarakat juga menjadi faktor penting dalam menjaga keberlangsungan pembangunan.

Pemerintah memiliki kewajiban menjalankan pembangunan sesuai kewenangan dan kemampuan fiskal, sedangkan masyarakat dapat berperan melalui kepedulian terhadap lingkungan serta menjaga fasilitas yang telah dibangun.

Semangat tersebut menjadi modal sosial yang sangat berharga bagi Kabupaten Ciamis.

Di tengah keterbatasan fiskal, gotong royong membuat masyarakat tetap mampu bergerak. Jalan rusak dapat diperbaiki secara swadaya, lingkungan dapat dijaga bersama, dan berbagai persoalan dapat diselesaikan melalui kebersamaan.

Herdiat pun mengajak masyarakat untuk terus mempertahankan semangat tersebut.

Menurutnya, gotong royong merupakan kekuatan yang sudah lama menjadi bagian dari kehidupan masyarakat Ciamis. Nilai tersebut harus tetap dijaga agar pembangunan tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi menjadi gerakan bersama seluruh masyarakat.

Dengan sinergi antara pemerintah dan masyarakat, keterbatasan anggaran diharapkan tidak menghambat upaya mewujudkan pembangunan Kabupaten Ciamis yang maju, berkelanjutan dan memberikan manfaat bagi seluruh masyarakat. (Resa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *