Seminar HKG PKK ke-54, Ketua TP PKK Ciamis Tekankan Pentingnya Deteksi Dini Penyakit

Oplus_131072

CIAMIS, sawalajabar.com,- Ketua Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (TP PKK) Kabupaten Ciamis, Hj. Kania Ernawati Herdiat, mengingatkan pentingnya deteksi dini sebagai langkah paling efektif mencegah penyakit tidak menular (PTM) berkembang menjadi kondisi yang lebih serius.

Pesan tersebut menjadi penekanan utama dalam Seminar Kesehatan yang digelar untuk memperingati Hari Kesatuan Gerak (HKG) PKK ke-54 Tingkat Kabupaten Ciamis Tahun 2026, di Aula Gedung PKK Kabupaten Ciamis, Rabu (22/7/2026).

Seminar bertema “Menolak Rentan, Tetap Menawan: Sehat dan Aktif Tanpa Penyakit” itu dihadiri jajaran pengurus TP PKK Kabupaten dan Kecamatan, Ketua Dharma Wanita Persatuan (DWP) perangkat daerah, Staf Ahli, serta para kader PKK yang selama ini menjadi ujung tombak pemberdayaan keluarga di tingkat desa dan kecamatan.

Dalam sambutannya, Kania mengatakan penyakit tidak menular seperti hipertensi, diabetes melitus, penyakit jantung, dan stroke masih menjadi ancaman serius karena sebagian besar penderitanya tidak menyadari telah mengidap penyakit tersebut hingga muncul komplikasi.

Merujuk data Kementerian Kesehatan dan hasil Riset Kesehatan Dasar (Riskesdas), ia menyebut tren kasus penyakit tidak menular terus meningkat, bahkan mulai banyak ditemukan pada kelompok usia produktif.

“Karena itu jangan menunggu sakit. Lakukan pemeriksaan kesehatan secara rutin agar faktor risiko dapat diketahui lebih awal sehingga penanganannya juga bisa dilakukan sedini mungkin,” ujarnya.

Menurut Kania, penyakit tidak menular umumnya tidak disebabkan oleh infeksi, melainkan dipicu oleh pola hidup yang kurang sehat. Kebiasaan mengonsumsi makanan tinggi gula, garam, dan lemak, minim aktivitas fisik, kurang istirahat, hingga stres yang tidak terkendali menjadi faktor utama meningkatnya risiko berbagai penyakit.

Ia juga mengingatkan masyarakat agar lebih bijak menyikapi berbagai informasi kesehatan yang beredar di media sosial. Tidak sedikit konten yang menampilkan pola hidup kurang sehat atau menawarkan pengobatan instan tanpa dasar ilmiah sehingga berpotensi menyesatkan masyarakat.

“Sebagai kader PKK dan anggota DWP, kita harus menjadi sumber informasi kesehatan yang benar. Jangan ikut menyebarkan hoaks, tetapi sebarkan edukasi yang bisa dipertanggungjawabkan,” katanya.

Kania menjelaskan, tema “Menolak Rentan, Tetap Menawan” mengandung pesan agar perempuan tidak hanya menjaga penampilan, tetapi juga menjaga kesehatan sebagai modal utama menjalankan berbagai peran dalam keluarga maupun masyarakat.

“Perempuan yang menawan bukan hanya terlihat sehat dari luar, tetapi juga memiliki tubuh yang bugar, aktif berkegiatan, mampu mendampingi keluarga, dan terus memberi manfaat bagi lingkungan,” tuturnya.

Untuk menekan angka penyakit tidak menular, ia mengajak seluruh peserta membiasakan pola hidup sehat melalui gerakan CERDIK, yaitu Cek kesehatan secara rutin, Enyahkan asap rokok, Rajin aktivitas fisik, Diet dengan gizi seimbang, Istirahat yang cukup, serta Kelola stres.

Selain itu, para peserta didorong memanfaatkan layanan skrining kesehatan gratis yang telah disediakan pemerintah sebagai bagian dari upaya deteksi dini berbagai penyakit.

Menurutnya, perempuan memiliki peran strategis dalam membangun budaya hidup sehat dari lingkungan keluarga. Melalui pengelolaan dapur yang sehat, penyediaan makanan bergizi seimbang, serta edukasi kepada anggota keluarga, seorang ibu dapat menjadi benteng pertama dalam mencegah munculnya penyakit tidak menular.

Seminar kesehatan tersebut menghadirkan narasumber dr. Hj. Primahati Riana Rosy, Sp.PD., dan dr. Eni Rochaeni, yang memberikan materi mengenai faktor risiko, pencegahan, deteksi dini, hingga penanganan awal penyakit tidak menular.

Dalam rangkaian peringatan HKG PKK ke-54, TP PKK Kabupaten Ciamis juga menggelar kegiatan donor darah di Joglo Timur Pendopo Setda Kabupaten Ciamis sebagai bentuk kepedulian sosial sekaligus dukungan terhadap ketersediaan stok darah bagi masyarakat yang membutuhkan.

Menutup kegiatan, Kania berharap seluruh peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan, tetapi juga mampu menjadi agen perubahan di lingkungan masing-masing dengan mengedukasi masyarakat tentang pentingnya menjaga kesehatan sejak dini.

“Ketika perempuan memiliki kesadaran menjaga kesehatannya, keluarga akan menjadi lebih kuat. Dari keluarga yang sehat akan lahir masyarakat yang produktif dan pada akhirnya mendukung terwujudnya Kabupaten Ciamis yang semakin maju dan berkualitas,” pungkasnya. (Resa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *