Ciamis  

BAZNAS Tanggap Bencana Ciamis Ikut Terlibat dalam Penanganan Dugaan Bunuh Diri di Jembatan Cirahong

Oplus_131072

Ciamis, sawalajabar com. Peristiwa dugaan bunuh diri di kawasan Jembatan Cirahong, Sungai Citanduy, Jumat (22/5/2026), mengundang perhatian berbagai unsur kemanusiaan di Kabupaten Ciamis.

Selain tim gabungan dari Basarnas, kepolisian dan relawan, Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis melalui BAZNAS Tanggap Bencana (BTB) turut diterjunkan ke lokasi kejadian.

Tim BTB Ciamis datang untuk membantu asesmen lapangan sekaligus mendukung kebutuhan penanganan kemanusiaan selama proses pencarian berlangsung.

Koordinator BTB Ciamis, Yudi Riyadis, mengatakan pihaknya menerima laporan kejadian menjelang salat Jumat. Setelah mendapatkan informasi, tim langsung bergerak menuju lokasi untuk berkoordinasi dengan unsur gabungan lainnya.

“Kami menerima informasi sekitar sebelum Jumatan. Setelah itu langsung menuju lokasi untuk membantu proses asesmen dan mendukung penanganan di lapangan,” ujar Yudi saat ditemui di lokasi kejadian.

Korban diketahui bernama Yudha Negara yang diduga melompat dari Jembatan Cirahong ke aliran Sungai Citanduy. Hingga Jumat siang, proses pencarian masih terus dilakukan oleh tim gabungan di bawah koordinasi Basarnas.

Yudi menegaskan, kehadiran BTB bukan untuk memimpin proses pencarian, melainkan membantu kebutuhan kemanusiaan serta mendukung koordinasi lapangan.

“Dalam penanganan seperti ini kami sifatnya mendukung. Proses pencarian tetap berada dalam koordinasi Basarnas dan unsur terkait lainnya,” katanya.

Ia menjelaskan, BTB merupakan unit kemanusiaan milik BAZNAS yang dibentuk untuk merespons berbagai situasi darurat, mulai dari bencana alam hingga musibah sosial kemanusiaan.

Dalam penanganan kejadian di Cirahong, BTB turut melakukan asesmen awal terkait kebutuhan keluarga korban maupun dukungan logistik di lapangan.

“Saat ke lokasi kami juga didampingi UPZ Kecamatan Panyingkiran untuk melihat langsung kondisi di lapangan dan kemungkinan bantuan yang diperlukan,” ucapnya.

Menurut Yudi, prinsip kemanusiaan menjadi landasan utama BTB dalam bergerak membantu masyarakat tanpa membedakan latar belakang.

Dari hasil asesmen awal diketahui korban berasal dari luar Kabupaten Ciamis dan beragama nonmuslim. Meski demikian, pihaknya memastikan bantuan tetap diberikan secara maksimal.

“Kalau sifatnya kemanusiaan, kami tidak melihat latar belakang agama ataupun daerah asal. Ketika ada musibah, semuanya tetap harus dibantu,” tegas Yudi.

Ia menambahkan, BTB Ciamis juga akan berkoordinasi dengan BAZNAS Kota Tasikmalaya mengingat korban berasal dari luar wilayah Kabupaten Ciamis.

Sementara itu, Ketua Unit Pengumpul Zakat (UPZ) Kecamatan Panyingkiran, Ismail Habibi, mengatakan pihaknya turut membantu pendampingan serta asesmen kebutuhan di lapangan.

Menurutnya, kehadiran relawan dan unsur kemanusiaan sangat penting untuk membantu keluarga korban dalam situasi musibah seperti ini.

“Biasanya kami membantu kebutuhan darurat keluarga korban ataupun dukungan peralatan yang diperlukan selama proses penanganan berlangsung,” katanya.

Ia menambahkan, koordinasi lintas daerah antara BAZNAS Ciamis dan Tasikmalaya selama ini berjalan baik, terutama dalam kegiatan sosial dan penanganan kemanusiaan.

“Kalau ada kejadian lintas wilayah, komunikasi tetap dilakukan agar penanganannya bisa berjalan lebih baik,” ujar Ismail.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *