TASIKMALAYA, Sawalajabar.com – Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, menegaskan pentingnya peran pondok pesantren sebagai elemen strategis dalam membangun karakter masyarakat sekaligus menjaga nilai-nilai keislaman dan kearifan lokal di Kabupaten Tasikmalaya.
Pernyataan tersebut disampaikan saat menghadiri pelantikan dan musyawarah kerja Forum Pondok Pesantren (FPP) Kabupaten Tasikmalaya masa khidmat 2025–2030 yang berlangsung di Aula Pendopo Baru Singaparna, Senin (4/5/2026).
Kegiatan tersebut menjadi momentum penguatan posisi pesantren sebagai salah satu pilar penting dalam kehidupan sosial, pendidikan, dan keagamaan masyarakat Tasikmalaya.
Dalam sambutannya, Bupati Cecep menyampaikan bahwa pesantren memiliki peran besar dalam menjaga identitas religius masyarakat sekaligus mempertahankan budaya dan kearifan lokal yang telah tumbuh di tengah kehidupan masyarakat Tasikmalaya.
Menurutnya, pesantren bukan hanya lembaga pendidikan agama, tetapi juga bagian penting dalam perjalanan sejarah bangsa dan pembentukan karakter generasi muda.
“Di Kabupaten Tasikmalaya, pesantren memiliki peran strategis sebagai penjaga nilai-nilai keislaman, budaya, dan kearifan lokal yang menjadi bagian dari identitas masyarakat,” ujarnya.
Ia menambahkan, kiprah pesantren selama ini tidak hanya terlihat dalam bidang pendidikan, tetapi juga dalam membangun kesadaran sosial, moral, serta memperkuat kehidupan bermasyarakat.
Diharapkan Lahirkan Gagasan Konstruktif
Bupati Cecep berharap musyawarah kerja Forum Pondok Pesantren mampu melahirkan berbagai gagasan positif untuk memperkuat eksistensi pesantren di tengah perkembangan zaman.
Menurutnya, forum tersebut penting sebagai ruang merumuskan langkah strategis agar pesantren semakin aktif berkontribusi dalam pembangunan daerah.
“Melalui forum ini, saya berharap lahir ide-ide konstruktif yang dapat memperkuat peran pesantren sekaligus mendorong keterlibatan aktifnya dalam pembangunan daerah yang religius, maju, dan berkelanjutan,” katanya.
Kegiatan itu turut dihadiri unsur Forkopimda Kabupaten Tasikmalaya, perwakilan Kementerian Agama, tokoh organisasi keagamaan, hingga pimpinan pondok pesantren dari berbagai wilayah.
Sejumlah organisasi keagamaan yang hadir di antaranya Majelis Ulama Indonesia (MUI), Dewan Masjid Indonesia (DMI), Forum Komunikasi Diniyah Takmiliyah (FKDT), serta BKPRMI.
Kehadiran berbagai unsur tersebut dinilai menjadi bentuk dukungan terhadap penguatan peran pesantren dalam kehidupan masyarakat dan pembangunan daerah.
Dengan kultur religius yang kuat di Kabupaten Tasikmalaya, pesantren dinilai tetap menjadi bagian penting dalam membentuk karakter masyarakat sekaligus menjaga nilai sosial dan spiritual di tengah perkembangan zaman.*** (Adv)












