Ciamis, sawalajabar.com. Koalisi Rakyat Bantuan Rakyat (KRBR) mengecam keras dugaan praktik penjualan buku oleh oknum anggota DPRD kepada sejumlah sekolah.
Oknum tersebut disebut berasal dari Komisi D Fraksi PKB dan diduga melakukan penjualan dengan pola yang sarat tekanan terselubung.
Menurut Barmex, dalam relasi kuasa yang tidak seimbang, pihak sekolah berada pada posisi yang rentan dan tidak sepenuhnya bebas untuk menolak.
Hal ini disebabkan adanya kekhawatiran terhadap dampak pada anggaran, program, hingga relasi kelembagaan dengan pihak terkait.
Ia menilai, transaksi yang tampak seolah-olah “sukarela” tersebut berpotensi besar lahir dari tekanan struktural.
Terlebih, praktik ini kerap dibungkus dengan dalih kegiatan resmi seperti peningkatan literasi, sehingga terlihat memiliki legitimasi.
‘Ketika produk berlabel pribadi didorong masuk ke institusi pendidikan dengan memanfaatkan posisi publik, itu merupakan indikasi kuat konflik kepentingan dan penyalahgunaan pengaruh jabatan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Barmex menyebut bahwa persoalan ini tidak hanya sebatas pelanggaran etika, tetapi juga berpotensi masuk ke ranah hukum apabila terdapat keuntungan pribadi yang diperoleh melalui relasi kuasa tersebut.
Ia juga menyoroti lemahnya pengawasan internal yang dinilai membuka ruang pembiaran terhadap praktik semacam ini.
Menurutnya, ketika mekanisme pengawasan tidak berjalan efektif dan tidak ada tindakan korektif, maka praktik menyimpang akan terus berulang dan dianggap sebagai hal yang lumrah.
“Ini adalah bentuk kegagalan sistemik yang tidak bisa lagi ditoleransi,” ujarnya.
Oleh karena itu, Barmex mendesak adanya klarifikasi terbuka dari pihak yang disebut serta mendorong lembaga pengawas untuk segera melakukan penelusuran secara independen, transparan, dan akuntabel.
Ia menegaskan, apabila terbukti terjadi penyalahgunaan kewenangan, maka harus ada konsekuensi hukum yang tegas.
“Pendidikan tidak boleh dijadikan ladang kepentingan oleh pejabat. Sekolah bukan ruang untuk menyalurkan kepentingan pribadi dengan berlindung di balik kekuasaan,” pungkasnya.












