TASIKMALAYA, Sawalajabar.com – Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mulai memperkuat peran Gugus Tugas Reforma Agraria (GTRA) sebagai langkah strategis dalam mendorong pengelolaan lahan yang lebih adil dan berpihak kepada masyarakat.
Upaya tersebut mengemuka dalam rapat koordinasi yang dipimpin langsung Bupati Tasikmalaya H Cecep Nurul Yakin.
Forum ini menjadi titik awal penguatan sinergi lintas sektor, agar program reforma agraria tidak berhenti di tataran kebijakan, tetapi benar-benar berdampak di lapangan.
Bagi masyarakat pedesaan, tanah bukan sekadar aset, melainkan sumber penghidupan. Karena itu, optimalisasi GTRA dinilai krusial untuk meningkatkan kesejahteraan warga, terutama petani.
Cecep menegaskan, Kabupaten Tasikmalaya memiliki potensi agraria yang besar. Namun, potensi tersebut belum sepenuhnya memberikan manfaat merata akibat masih adanya ketimpangan akses lahan.
“Jangan sampai orang Tasik seperti tikus mati di dalam lumbung,” ujarnya, Selasa, 28 April 2026.
Ia menekankan, reforma agraria harus mampu menghadirkan keadilan, khususnya bagi masyarakat yang selama ini mengelola lahan tanpa kepastian hukum.
Melalui GTRA, pemerintah daerah berupaya menjembatani persoalan tersebut, mulai dari penataan akses lahan hingga penyelesaian konflik pertanahan yang kerap terjadi di sejumlah wilayah.
Jika berjalan optimal, program ini diyakini akan memberi dampak langsung bagi masyarakat.
Petani tidak hanya memperoleh kepastian legalitas lahan, tetapi juga peluang meningkatkan produksi dan akses terhadap program pemberdayaan.
Mulai dari pelatihan, bantuan sarana produksi, hingga akses pasar menjadi bagian dari skema yang diharapkan dapat memperkuat ekonomi masyarakat desa.
Rapat koordinasi tersebut juga dihadiri berbagai unsur, mulai dari kepala perangkat daerah, Kantor Pertanahan, hingga perwakilan organisasi petani.
Keterlibatan lintas sektor ini dinilai menjadi kunci keberhasilan implementasi reforma agraria.
Pemerintah menilai, kolaborasi antara pemerintah dan masyarakat mutlak diperlukan agar program ini berjalan efektif dan berkelanjutan.
Ke depan, GTRA diharapkan tidak hanya fokus pada redistribusi lahan, tetapi juga peningkatan kualitas hidup masyarakat secara menyeluruh.
Dengan pengelolaan yang tepat, Kabupaten Tasikmalaya berpeluang menjadi salah satu daerah yang berhasil mengimplementasikan reforma agraria berbasis kesejahteraan rakyat.*** (Adv)












