Wabup Tasikmalaya Hadiri Groundbreaking GDI Leuwisari, Jadi Pusat Syiar dan Pembinaan Umat

Wabup Tasikmalaya Hadiri Groundbreaking GDI Leuwisari, Jadi Pusat Syiar dan Pembinaan Umat. (Foto: Dishubkominfo Kabupaten Tasikmalaya/Adv)
Wabup Tasikmalaya Hadiri Groundbreaking GDI Leuwisari, Jadi Pusat Syiar dan Pembinaan Umat. (Foto: Dishubkominfo Kabupaten Tasikmalaya/Adv)

TASIKMALAYA, Sawalajabar.com — Harapan masyarakat Leuwisari untuk memiliki pusat kegiatan Islam mulai terwujud. Pembangunan GDI (Gedung Dakwah Islam) Leuwisari resmi dimulai melalui prosesi peletakan batu pertama yang berlangsung khidmat.

Kegiatan ini dihadiri berbagai unsur masyarakat, mulai dari tokoh agama, pemuda, hingga Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi.

Momentum tersebut menjadi penanda awal pembangunan fasilitas yang digadang-gadang sebagai pusat pembinaan umat di wilayah tersebut.

Antusiasme warga tampak tinggi. Bagi mereka, pembangunan ini bukan sekadar proyek fisik, melainkan investasi jangka panjang bagi pembinaan generasi dan penguatan nilai-nilai keislaman.

Dalam sambutannya, Asep menegaskan bahwa GDI Leuwisari diharapkan menjadi simbol kebangkitan umat Islam di Kabupaten Tasikmalaya.

“Gedung ini bukan hanya tempat berkumpul, tetapi pusat syiar, penguatan silaturahmi, dan lahirnya berbagai kegiatan positif bagi masyarakat,” ujarnya, Jumat, 24 April 2026.

Ia berharap dari tempat tersebut akan lahir generasi yang berakhlakul karimah serta mampu berkontribusi terhadap kemajuan daerah.

Lebih jauh, pembangunan GDI dinilai tidak hanya berdampak secara spiritual, tetapi juga sosial.

Keberadaan gedung ini diharapkan menjadi ruang produktif bagi berbagai aktivitas, mulai dari pendidikan, dakwah, pemberdayaan ekonomi, hingga pembinaan kepemudaan.

Di tengah tantangan zaman, kebutuhan akan ruang pembinaan yang terarah dinilai semakin penting, terutama dalam membangun karakter generasi muda.

Asep juga menekankan bahwa terwujudnya pembangunan ini merupakan hasil sinergi antara masyarakat, tokoh agama, dan pemerintah daerah.

Ia menyebut kolaborasi tersebut sebagai kunci utama dalam pembangunan berbasis kebutuhan warga.

“Pembangunan tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah. Peran aktif masyarakat sangat menentukan,” katanya.

Peletakan batu pertama ini menjadi awal perjalanan panjang menuju hadirnya pusat kegiatan Islam yang representatif di Leuwisari.

Ke depan, GDI Leuwisari diharapkan tidak hanya menjadi tempat ibadah, tetapi juga pusat peradaban yang memperkuat moral, mempererat kebersamaan, dan mendorong lahirnya generasi unggul di Kabupaten Tasikmalaya.*** (Adv)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *