TASIKMALAYA, Sawalajabar.com — Program pinjaman tanpa bunga yang digulirkan Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya disebut menjadi harapan baru bagi masyarakat desa yang ingin memulai usaha, tetapi terkendala modal.
Program ini dinilai tidak hanya memberi akses pembiayaan, tetapi juga membuka peluang peningkatan kesejahteraan masyarakat melalui penguatan ekonomi berbasis desa.
Wakil Bupati Tasikmalaya, Asep Sopari Al-Ayubi, mengatakan program tersebut dirancang untuk mendorong lahirnya lebih banyak wirausaha baru.
Menurutnya, potensi ekonomi desa sangat besar jika didukung akses permodalan yang tepat.
“Program ini diharapkan memperkuat ekonomi masyarakat dari tingkat paling bawah agar dampaknya dirasakan lebih luas,” ujarnya.
Stimulus bagi UMKM
Melalui skema tanpa bunga, program ini diharapkan menjadi stimulus langsung bagi pelaku usaha kecil yang selama ini kesulitan mengakses modal akibat bunga tinggi dan persyaratan rumit.
Selain pembiayaan, pemerintah juga disebut membantu proses administrasi agar masyarakat lebih mudah mengakses program tersebut.
Bertambahnya usaha baru dinilai berpotensi memunculkan efek berganda terhadap sektor ekonomi lain, mulai dari peningkatan perputaran usaha, penciptaan lapangan kerja, hingga penguatan ekonomi desa.
Dalam jangka panjang, program ini diharapkan mampu menjadi salah satu instrumen pengurangan kerentanan ekonomi masyarakat.
Pemerintah juga menekankan pentingnya pendampingan agar program tidak berhenti pada penyaluran modal.
Pendampingan dari dinas terkait dinilai menjadi faktor penting untuk memastikan usaha yang tumbuh bisa bertahan dan berkembang.
Dengan skema tersebut, program pinjaman tanpa bunga diharapkan mampu menciptakan ekonomi desa yang lebih kuat dan berkelanjutan.*** (Adv)












