CIAMIS, sawalajabar.com,- Pemerintah Kabupaten Ciamis terus memperkuat sinergi dengan insan pers melalui Forum Sinergitas Komunikasi Pimpinan dengan Media Massa Tahun 2025 yang digelar di Aula Sekretariat Daerah Kabupaten Ciamis, Selasa (17/3/2026).
Forum ini dihadiri para insan pers dari berbagai organisasi wartawan, serta jurnalis yang belum tergabung dalam organisasi.
Kegiatan tersebut menjadi momentum strategis untuk mempererat komunikasi, menyamakan persepsi, serta memperkuat koordinasi dalam penyampaian informasi kepada masyarakat.
Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan (Prokopim) Setda Ciamis, Achmad Yani, yang mewakili Bupati Ciamis Herdiat Sunarya, menegaskan bahwa media memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah.
“Media adalah mitra pemerintah dalam menyampaikan kebijakan dan program kepada masyarakat. Karena itu, sinergi yang kuat harus terus dibangun,” ujarnya.
Ia menjelaskan, wartawan bekerja berdasarkan Undang-Undang Pers dan kode etik jurnalistik, sementara pemerintah menjalankan tugas sesuai ketentuan peraturan perundang-undangan.
Untuk menjaga keteraturan arus informasi, Pemkab Ciamis mendorong penerapan sistem satu pintu dalam penyampaian informasi. Kebijakan ini dinilai penting agar informasi yang diterima publik tetap akurat, seragam, dan tidak menimbulkan multitafsir.
“Kami ingin setiap informasi yang disampaikan ke publik itu jelas, terukur, dan tidak simpang siur,” tegasnya.
Selain itu, Achmad Yani juga mendorong para wartawan di Kabupaten Ciamis agar tergabung dalam organisasi profesi.
Menurutnya, keberadaan organisasi akan mempermudah koordinasi serta memperjelas jalur komunikasi antara pemerintah dan media.
“Dengan adanya organisasi, ada struktur yang jelas, ada ketua yang bertanggung jawab, sehingga koordinasi kegiatan, termasuk peliputan pimpinan daerah, dapat berjalan lebih efektif,” jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Pemkab Ciamis juga menyampaikan apresiasi kepada seluruh insan pers yang selama ini berkontribusi dalam menyebarluaskan informasi pembangunan daerah.
Media dinilai tidak hanya sebagai penyampai informasi, tetapi juga sebagai mitra strategis dalam membangun citra positif daerah serta mendorong partisipasi masyarakat.
“Media adalah mitra pembangunan. Sinergi ini harus terus dijaga demi Ciamis yang lebih maju dan berkelanjutan,” tambahnya
Sementara itu, Ketua Ikatan Wartawan Online (IWO) PD Ciamis, Heru Pramono, menyatakan dukungan penuh terhadap langkah Pemkab Ciamis, khususnya dalam upaya menciptakan tertibnya pemberitaan.
Ia menegaskan bahwa kebebasan wartawan untuk memilih dan bergabung dalam organisasi profesi telah dijamin dalam Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers, Pasal 7 ayat (1).
Ia juga menekankan bahwa tujuan utama dari pasal tersebut adalah menjamin profesionalisme serta tanggung jawab moral wartawan dalam menjalankan tugas jurnalistiknya.
“Kami sangat mendukung arahan Prokopim. Wartawan bebas memilih organisasi, dan itu dilindungi undang-undang. Tujuan utamanya adalah agar wartawan tetap profesional dan memiliki tanggung jawab moral dalam setiap karya jurnalistik,” ujarnya.
Heru menambahkan, keberadaan organisasi wartawan juga akan mempermudah komunikasi dengan pemerintah daerah, baik dalam mempercepat arus informasi maupun memastikan ketepatan informasi yang disampaikan kepada publik.
“Dengan berorganisasi, jika ada hal-hal yang perlu dikomunikasikan, bisa dilakukan dengan lebih cepat dan mudah. Ini penting untuk memastikan informasi yang disampaikan benar, akurat, dan dapat dipercaya,” tegasnya.
Menurutnya, organisasi wartawan memiliki peran penting dalam menjaga kualitas sekaligus ketertiban pemberitaan di lapangan.
Melalui organisasi, jurnalis dapat saling mengingatkan untuk tetap berpegang pada kode etik jurnalistik, mengedepankan verifikasi, serta menjaga prinsip keberimbangan.
“Organisasi menjadi wadah pembinaan dan kontrol internal. Ini penting agar setiap produk jurnalistik yang dihasilkan tetap profesional, akurat, dan dapat dipertanggungjawabkan,” tambahnya.
Ia juga menilai, sinergi antara pemerintah dan organisasi wartawan akan menciptakan ekosistem informasi yang sehat serta meminimalisir potensi kesalahan informasi di tengah masyarakat.
“Pada akhirnya, kita ingin menghadirkan pemberitaan yang tertib, edukatif, dan berkualitas, sehingga masyarakat mendapatkan informasi yang benar dan pembangunan daerah dapat berjalan optimal,” pungkasnya. (Resa)












