Ciamis  

Tagana Ciamis Respon Cepat Kelokasi Dugaan Anak Hilang Terbawa Arus

CIAMIS, sawalajabar.com,- Seorang anak berusia sekitar lima tahun dilaporkan hilang setelah diduga terbawa arus air selokan di kawasan Perumahan Lembah Medina, Kelurahan Linggasari, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis, Selasa (10/3/2026) sore.

Ketua Taruna Siaga Bencana (Tagana) Kabupaten Ciamis, Anjar Kurniaman, menyampaikan bahwa korban bernama Arkenan Joan Rahardi (±5 tahun), putra dari Rento Tamara Hadi. Peristiwa tersebut terjadi sekitar pukul 15.30 WIB saat korban sedang bermain air di selokan yang berada di depan rumahnya.

“Korban saat itu sedang bermain air di area selokan perumahan yang terhubung langsung dengan Sungai Ciluncat dan bermuara ke Sungai Citanduy. Korban diduga terbawa arus air,” ujar Anjar.

Peristiwa tersebut terjadi di Perumahan Lembah Medina,Kabupaten Ciamis.

Setelah menerima laporan dari warga, tim Tagana Kabupaten Ciamis langsung menuju lokasi untuk melakukan asesmen awal dan koordinasi dengan instansi terkait.

“Kami segera melakukan asesmen di lokasi kejadian serta melaporkan kejadian ini kepada pemerintah daerah dan pihak terkait untuk penanganan lebih lanjut,” jelasnya.

Dalam penanganan kejadian, sejumlah unsur terlibat dalam proses pencarian dan penanganan di lapangan. Di antaranya Tagana Kabupaten Ciamis, BPBD Kabupaten Ciamis, Babinsa dan Bhabinkamtibmas Kelurahan Linggasari, serta masyarakat sekitar.

Laporan awal kejadian disampaikan oleh warga setempat, termasuk Ketua RT setempat Rizal bersama relawan Tagana Kabupaten Ciamis yang berada di lapangan.

Hingga laporan situasi ini disampaikan, tim gabungan masih melakukan pemantauan dan pencarian di sepanjang jalur aliran air yang diduga menjadi lintasan korban terbawa arus.

Anjar juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan terhadap anak-anak, terutama saat bermain di sekitar saluran air atau sungai.

“Kami mengingatkan para orang tua agar lebih meningkatkan pengawasan terhadap anak-anak ketika bermain di sekitar selokan atau aliran sungai, terutama saat debit air meningkat,” pungkasnya. (Resa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *