Ciamis  

Ciamis Kukuhkan Diri sebagai Kabupaten Terbaik Nasional Pengelolaan Sampah di Rakornas 2026

CIAMIS, sawalajabar.com,-  Raihan penghargaan tingkat nasional kembali ditorehkan Kabupaten Ciamis. Dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Pengelolaan Sampah 2026 yang digelar Kementerian Lingkungan Hidup/Badan Pengendalian Lingkungan Hidup (KLH/BPLH) di Balai Kartini, Jakarta, Rabu–Kamis (25–26/02/2026).

Ciamis dinobatkan sebagai Kabupaten Terbaik Nasional dalam Pengelolaan Sampah kategori Menuju Kota/Kabupaten Bersih Tahun 2025.

Penghargaan tersebut diserahkan langsung oleh Hanif Faisol Nurofiq, dengan nilai kinerja 74,68. Capaian ini menempatkan Ciamis sebagai salah satu daerah dengan performa pengelolaan sampah terbaik di Indonesia.

Rakornas yang mengusung tema “Kolaborasi untuk Indonesia ASRI (Aman, Sehat, Resik, dan Indah)” merupakan tindak lanjut arahan Presiden Prabowo Subianto terkait percepatan penanganan darurat sampah nasional.

Dalam forum tersebut ditegaskan bahwa Indonesia memiliki tenggat waktu hingga 2028 sebelum mayoritas Tempat Pemrosesan Akhir (TPA) mencapai batas teknis operasional.

Di tengah peringatan tersebut, Kabupaten Ciamis justru tampil sebagai contoh daerah yang mampu memperkuat pengurangan sampah dari sumbernya, sekaligus membangun sistem kolaboratif dari hulu hingga hilir.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman, dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis, Dr. Giyatno, S.IP., M.Si., menegaskan bahwa penghargaan ini bukan sekadar capaian administratif, melainkan refleksi budaya masyarakat.

“Alhamdulillah, penghargaan ini adalah hasil gotong royong seluruh masyarakat. Di Ciamis, kebersihan sudah menjadi DNA. Mulai dari rumah tangga, bank sampah, kelompok maggot, komposter, hingga pasukan kebersihan di lapangan, semuanya bergerak bersama,” ujar Giyatno.

Ia menambahkan, gerakan pilah sampah dari rumah dan menabung sampah di bank sampah terdekat menjadi fondasi utama keberhasilan tersebut. Pemerintah daerah, kata dia, hanya memfasilitasi dan memperkuat sistem, sementara motor utamanya adalah kesadaran kolektif warga.

“Kami tidak akan berhenti di sini. Justru penghargaan ini menjadi pemacu untuk meningkatkan kinerja agar Ciamis semakin bersih, sehat, dan berkelanjutan,” tegasnya.

Giyatno juga menekankan bahwa capaian ini tidak lepas dari konsistensi kepemimpinan Bupati Ciamis, Herdiat Sunarya, yang dikenal memiliki komitmen kuat terhadap isu kebersihan dan lingkungan.

Menurutnya, Bupati Herdiat kerap turun langsung memantau kebersihan, memberikan arahan tegas, serta mendorong inovasi pengurangan sampah berbasis masyarakat.

Komitmen tersebut selaras dengan visi pembangunan daerah yang menempatkan kebersihan dan kelestarian lingkungan sebagai bagian dari prioritas.

“Pak Bupati selalu mengingatkan bahwa kebersihan bukan hanya urusan dinas, tetapi tanggung jawab bersama. Beliau konsisten, baik dalam kebijakan maupun aksi nyata di lapangan,” tambah Giyatno.

Perubahan kategori penilaian Kota/Kabupaten Bersih Tahun 2026 yang dipersiapkan pemerintah pusat sebagai langkah menuju evaluasi setara Adipura menjadi tantangan sekaligus peluang bagi Ciamis.

Dengan raihan predikat Kabupaten Terbaik Nasional Pengelolaan Sampah ini, Ciamis tidak hanya memperoleh penghargaan, tetapi juga mempertegas identitasnya sebagai daerah yang menjadikan kebersihan sebagai budaya dan komitmen jangka panjang.

Kontribusi pimpinan, kolaborasi masyarakat, dan sistem pengelolaan yang terstruktur mampu membawa Ciamis berdiri sejajar dengan daerah terbaik di Indonesia dalam pengelolaan sampah. (Resa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *