CIAMIS, SawalaJabar — Hujan lebat yang mengguyur wilayah Pamarican sejak sore hari menyebabkan Desa Bangunsari kembali dilanda banjir, Senin (16/02/2026). Curah hujan yang tinggi mengakibatkan debit air meningkat drastis hingga meluap dan menggenangi permukiman warga.
Berdasarkan pantauan di lapangan, ketinggian air di sejumlah titik dilaporkan mencapai pinggang orang dewasa.
Kondisi tersebut membuat aktivitas masyarakat lumpuh total. Sejumlah rumah terendam, sementara akses jalan desa tidak dapat dilalui kendaraan.
Warga terpaksa bertahan di rumah masing-masing sambil berupaya menyelamatkan barang-barang berharga ke tempat yang lebih tinggi.
Situasi darurat ini segera direspons oleh Ketua Tagana Ciamis, Anjar, menginstruksikan seluruh anggota untuk segera turun ke lokasi bencana guna melakukan asesmen cepat dan membantu proses evakuasi warga terdampak. Tidak hanya itu, ia juga menegaskan agar setiap anggota membawa perlengkapan evakuasi, seperti perahu karet dan peralatan pendukung lainnya, untuk mempercepat serta memaksimalkan upaya penyelamatan.
Menurut laporan salah seorang anggota Tagana yang berada di lokasi, terdapat warga lanjut usia (lansia) yang harus segera dievakuasi karena kondisi rumahnya sudah terendam cukup dalam. Faktor usia dan keterbatasan mobilitas membuat evakuasi menjadi prioritas utama demi menghindari risiko kesehatan maupun keselamatan yang lebih besar.
Proses evakuasi tidak berjalan mudah. Arus air yang masih mengalir serta ketinggian genangan yang mencapai pinggang orang dewasa menjadi tantangan tersendiri bagi petugas. Ketersediaan perahu karet dinilai sangat penting untuk menjangkau rumah-rumah warga yang berada di titik terdalam dan sulit diakses dengan berjalan kaki.
Selain melakukan evakuasi, tim Tagana juga melakukan pendataan jumlah warga terdampak serta berkoordinasi dengan pemerintah desa dan pihak terkait guna memastikan kebutuhan dasar masyarakat dapat segera terpenuhi, mulai dari bantuan logistik hingga penanganan darurat lainnya.
Hingga berita ini diturunkan, upaya evakuasi dan penanganan masih terus dilakukan. Warga diimbau untuk tetap waspada terhadap kemungkinan banjir susulan apabila hujan deras kembali mengguyur wilayah tersebut. Pemerintah dan relawan berharap kondisi cuaca segera membaik agar air dapat surut dan aktivitas masyarakat kembali normal.












