TASIKMALAYA, Sawalajabar.com — Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya mendorong penguatan kolaborasi dengan berbagai pihak melalui penyaluran program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR) untuk mendukung sektor pendidikan.
Hal itu ditegaskan Bupati Tasikmalaya, Cecep Nurul Yakin, saat kegiatan penyaluran bantuan CSR di Pondok Pesantren Assalafiyyatul Huda dan SDIT Al-Fattah.
Menurut Cecep, kolaborasi antara pemerintah dan dunia usaha harus mampu memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dalam mendukung kualitas pendidikan bagi generasi muda.
Ia menilai bantuan yang disalurkan bukan sekadar dukungan fasilitas, tetapi bagian dari upaya bersama memperkuat pembangunan sumber daya manusia.
“Kolaborasi ini harus memberi manfaat nyata, khususnya bagi santri dan siswa agar lebih semangat belajar dan berkembang,” ujar Cecep.
Fasilitas Pendidikan Jadi Perhatian
Dalam kegiatan tersebut, bantuan diarahkan untuk mendukung kebutuhan fasilitas pendidikan yang dinilai menjadi salah satu penunjang penting dalam proses belajar.
Bagi lingkungan pesantren, dukungan fasilitas dipandang penting untuk menunjang aktivitas para santri dalam menimba ilmu. Sementara bagi siswa sekolah, bantuan diharapkan memberi akses yang lebih baik terhadap sarana belajar yang layak.
Pemerintah daerah menilai peningkatan kualitas pendidikan tidak hanya bertumpu pada kebijakan, tetapi juga membutuhkan dukungan konkret di tingkat lapangan.
Cecep menegaskan pembangunan tidak bisa hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata. Menurutnya, keterlibatan dunia usaha dan berbagai unsur masyarakat menjadi bagian penting dalam memperkuat pembangunan daerah.
Kolaborasi tersebut, kata dia, menjadi bentuk gotong royong yang perlu terus diperluas agar manfaat pembangunan dapat dirasakan lebih merata.
Selain berdampak pada fasilitas pendidikan, kegiatan tersebut juga dinilai memperkuat optimisme masyarakat terhadap perhatian pemerintah pada sektor pendidikan.
Dorong Dampak Berkelanjutan
Pemerintah Kabupaten Tasikmalaya berharap penyaluran bantuan CSR ini tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial, tetapi menjadi bagian dari upaya berkelanjutan dalam mendukung kemajuan pendidikan.
Dengan sinergi antara pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat, pembangunan pendidikan diharapkan semakin kuat sekaligus membuka peluang yang lebih baik bagi generasi muda di daerah.*** (Adv)












