CIAMIS, sawalajabar com,- Pemanfaatan lahan perkantoran di lingkungan Dinas Pengendalian Penduduk, Keluarga Berencana, Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (P2KBP3A) Kabupaten Ciamis membuahkan hasil.
Berbagai jenis sayuran berhasil dipanen dari kebun yang dikenal dengan nama Kebun Denting Piano, sebagai bagian dari program pemanfaatan lahan perkantoran yang digagas Dharma Wanita Persatuan (DWP) setempat.
Kegiatan panen tersebut berlangsung dalam suasana kebersamaan yang melibatkan Ketua DWP Dinas P2KBP3A Kabupaten Ciamis Ny. Hj. Rita Apollonia Yoyo beserta para pengurus. Jumat (27/02/2026)
Beragam sayuran seperti bawang merah, tomat, bayam, kangkung, cabai, sawi, terong hingga aneka sayuran lainnya dipanen langsung dari kebun yang ditata di area pekarangan kantor.
Ketua DWP Dinas P2KBP3A Ciamis, Ny. Hj. Rita Apollonia Yoyo, mengatakan bahwa kegiatan berkebun di lingkungan kantor bukan sekadar aktivitas menanam, tetapi juga memiliki banyak manfaat bagi kesehatan serta kebersamaan para anggota.
“Berkebun di pekarangan kantor dapat memberikan manfaat kesehatan mental dan fisik, seperti mengurangi stres dan meningkatkan kualitas udara di lingkungan kerja,” ujarnya.
Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana penyegaran bagi para pegawai di tengah rutinitas pekerjaan. Selain menumbuhkan rasa kebersamaan, aktivitas berkebun juga memperkuat kerja sama tim di lingkungan organisasi.
“Selain menjadi sarana refreshing untuk menyegarkan pikiran, kegiatan ini juga meningkatkan kerja sama tim. Kami juga bisa mendapatkan sumber makanan segar dari sayuran atau buah yang ditanam,” tambahnya.
Ia menjelaskan, hasil panen dari kebun tersebut tidak hanya dimanfaatkan untuk konsumsi internal, tetapi juga memiliki potensi ekonomi jika produksinya melimpah.
“Apabila hasil panen berlebih, sayuran tersebut dapat dijual kepada karyawan atau dipasarkan di lingkungan sekitar. Ini tentu dapat menciptakan tambahan pendapatan,” jelasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas P2KBP3A Kabupaten Ciamis dr. Yoyo mengapresiasi inisiatif DWP dalam memanfaatkan lahan perkantoran menjadi kebun produktif.
Menurutnya, program tersebut sejalan dengan upaya menciptakan lingkungan kerja yang sehat, produktif, sekaligus ramah lingkungan.
“Kami sangat mendukung kegiatan ini karena selain memperindah lingkungan kantor, juga memberikan manfaat nyata bagi kesehatan, kebersamaan, dan ketahanan pangan skala kecil di lingkungan perkantoran,” ujar dr. Yoyo.
Ia berharap kegiatan serupa dapat terus dikembangkan dan menjadi inspirasi bagi perangkat daerah lainnya untuk memanfaatkan lahan kosong di lingkungan kantor secara lebih produktif.
“Melalui pemanfaatan lahan seperti ini, kita tidak hanya menciptakan lingkungan kerja yang hijau dan asri, tetapi juga menumbuhkan semangat kebersamaan serta kepedulian terhadap lingkungan,” pungkasnya. (Adv)












