Sahabat TAGANA Ciamis Ditutup, Sekda Siapkan Perahu untuk Respons Bencana

Dejurnal.com, CIAMIS. Kegiatan Sahabat TAGANA se-Eks Kewedanaan Rancah Tahun 2026 resmi berakhir. Penutupan berlangsung di kawasan Wisata Jembatan Swiss, Desa Giriharja, Kecamatan Rancah, Sabtu (26/9/2026).

Penutupan bukan sekadar menandai berakhirnya rangkaian kegiatan. Dukungan terhadap kesiapsiagaan kebencanaan justru mendapat penguatan dari Pemerintah Kabupaten Ciamis.

Sekretaris Daerah Kabupaten Ciamis, Andang Firman Triyadi, menyampaikan komitmen pemerintah daerah untuk mendukung kebutuhan operasional Taruna Siaga Bencana (TAGANA). Salah satunya melalui penyediaan perahu operasional yang dapat digunakan untuk menunjang penanganan bencana.

Perahu tersebut nantinya dapat dimanfaatkan dalam kondisi yang membutuhkan evakuasi maupun respons melalui jalur air. Dukungan sarana ini dinilai penting untuk memperkuat mobilitas TAGANA ketika harus menjangkau masyarakat di lokasi terdampak.

“Pemerintah daerah akan memberikan dukungan operasional kepada TAGANA, salah satunya berupa perahu,” ujar Andang.

Menurutnya, penguatan sarana harus berjalan beriringan dengan kesiapan sumber daya manusia. TAGANA tidak hanya dituntut hadir ketika bencana terjadi, tetapi juga memiliki kemampuan untuk melakukan respons secara cepat dan terukur sesuai kondisi di lapangan.

Dukungan itu sekaligus menjadi bagian dari upaya memperkuat sistem penanggulangan bencana di Kabupaten Ciamis, terutama menghadapi wilayah yang memiliki potensi kejadian yang membutuhkan penanganan melalui akses sungai atau perairan.

Membentuk Relawan Muda yang Peduli

Kepala Dinas Sosial Kabupaten Ciamis, H. Ihsan Rasyad, mengatakan Sahabat TAGANA dirancang bukan hanya untuk mengenalkan pengetahuan dasar mengenai kebencanaan kepada generasi muda.

Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang pembelajaran untuk menanamkan kepedulian sosial, kesiapsiagaan, solidaritas serta nilai kemanusiaan.

Selama kegiatan, peserta mendapatkan pengalaman yang diharapkan dapat menjadi bekal ketika menghadapi situasi darurat. Pengetahuan tersebut, kata Ihsan, tidak harus menunggu diterapkan saat bencana terjadi, tetapi bisa dimulai dari lingkungan terdekat.

“Jadikan Sahabat TAGANA sebagai wadah untuk membentuk generasi muda yang tangguh menghadapi bencana serta memiliki rasa tanggung jawab sosial yang tinggi,” kata Ihsan.

Ia mengapresiasi antusiasme dan kedisiplinan para peserta selama mengikuti seluruh rangkaian kegiatan. Menurutnya, pengalaman yang diperoleh akan lebih berarti apabila diteruskan dalam bentuk kepedulian nyata di lingkungan masing-masing.

Mulai dari memahami keselamatan diri, membantu orang lain dalam situasi darurat, hingga menyampaikan pengetahuan kebencanaan kepada keluarga dan masyarakat.

Tidak Berhenti di Rancah

Dinsos Ciamis berharap program Sahabat TAGANA dapat terus dikembangkan dan tidak berhenti di wilayah Eks Kewedanaan Rancah.

Ihsan mendorong agar kegiatan serupa dapat menjangkau wilayah lain di Kabupaten Ciamis. Dengan begitu, semakin banyak generasi muda yang memiliki pengetahuan dasar mengenai kebencanaan sekaligus tumbuh dengan kepedulian terhadap kondisi sosial di sekitarnya.

Penguatan edukasi kebencanaan di kalangan generasi muda juga diharapkan dapat menjadi investasi jangka panjang. Sebab, kesiapsiagaan tidak hanya bergantung pada petugas dan relawan ketika bencana sudah terjadi, tetapi juga pada kesadaran masyarakat untuk mengenali risiko dan mengetahui langkah yang harus dilakukan.

Penutupan Sahabat TAGANA di Rancah pun menjadi titik akhir sebuah kegiatan sekaligus awal untuk memperluas gerakan kesiapsiagaan bencana di Kabupaten Ciamis. (Resa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *