Sawalajabar.com, BANDUNG – Balai Pemasyarakatan (Bapas) Kelas I Bandung menggandeng Planet Ban untuk membekali klien pemasyarakatan dengan keterampilan kerja. Kolaborasi tersebut diwujudkan melalui pelatihan montir sepeda motor yang digelar di Gedung Griya Abhipraya Kian Santang, Kamis (24/9/2026).
Pelatihan tidak hanya diarahkan untuk menambah pengetahuan teknis peserta dalam merawat dan memperbaiki sepeda motor. Kegiatan ini juga menjadi bagian dari upaya mempersiapkan klien agar memiliki kemampuan yang dapat dikembangkan sebagai bekal untuk hidup mandiri.
Kepala Bapas Kelas I Bandung, Ahmad Baihaqi, mengatakan pembinaan klien pemasyarakatan perlu menyentuh aspek keterampilan yang dapat diterapkan dalam kehidupan sehari-hari maupun dunia kerja.
“Pembinaan tidak cukup hanya memberikan pendampingan. Klien juga perlu dibekali keterampilan yang bisa menjadi modal ketika mereka kembali ke masyarakat,” ujar Ahmad.
Menurutnya, kerja sama dengan Planet Ban menjadi salah satu bentuk sinergi dengan dunia usaha untuk mempertemukan program pembinaan dengan kebutuhan keterampilan di lapangan.
“Melalui pelatihan ini, kami berharap klien mendapatkan kemampuan baru dan memiliki kesempatan untuk mengembangkan keterampilan tersebut secara berkelanjutan,” katanya.
Kerja sama antara Bapas Kelas I Bandung dan Planet Ban ditandai dengan penandatanganan perjanjian kerja sama. Kesepakatan tersebut menjadi dasar pelaksanaan pelatihan sekaligus membuka ruang pemberdayaan bagi klien pemasyarakatan.
Dalam kegiatan tersebut, peserta mendapatkan pembekalan keterampilan montir sepeda motor dari Planet Ban. Materi diberikan untuk mengenalkan peserta pada teknik perawatan dan perbaikan kendaraan sehingga mereka memiliki pengetahuan dasar yang dapat terus dikembangkan.
Tak berhenti pada pelatihan, Planet Ban juga melakukan penjaringan terhadap peserta yang dinilai memiliki kemampuan dan potensi untuk mengikuti program magang.
Proses penjaringan dilakukan melalui wawancara dan penilaian dengan mempertimbangkan kemampuan, minat, serta kesesuaian kompetensi masing-masing peserta dengan kebutuhan Planet Ban.
Klien yang memenuhi kriteria nantinya berkesempatan mengikuti program magang. Bagi Bapas Bandung, kesempatan tersebut penting karena peserta dapat memperoleh pengalaman kerja secara langsung sekaligus mengasah keterampilan yang sudah diperoleh selama pelatihan.
Ahmad mengatakan pengalaman kerja dapat menjadi bagian dari proses mempersiapkan klien sebelum kembali menjalani kehidupan secara penuh di tengah masyarakat.
“Kalau keterampilan yang sudah dipelajari bisa dilanjutkan dengan pengalaman magang, tentu akan menjadi bekal yang lebih nyata bagi klien. Mereka dapat belajar bagaimana bekerja, menjaga kedisiplinan, dan mengembangkan kemampuan,” ujarnya.
Bapas Kelas I Bandung selanjutnya akan melakukan pemantauan terhadap perkembangan klien yang mengikuti pelatihan maupun proses pemagangan. Koordinasi dengan Planet Ban juga akan dilakukan terkait hasil wawancara, peserta yang memenuhi kriteria, serta mekanisme pelaksanaan magang.
Bapas Bandung berharap pola kerja sama serupa dapat terus diperluas dengan melibatkan lebih banyak dunia usaha dan pihak terkait. Dengan demikian, akses klien pemasyarakatan terhadap pelatihan, pemagangan, hingga kesempatan kerja dapat semakin terbuka.
“Kami ingin kerja sama seperti ini tidak berhenti di satu kegiatan. Mudah-mudahan ke depan bisa terus berkembang dan semakin banyak klien yang mendapatkan kesempatan untuk meningkatkan keterampilan serta mempersiapkan kemandirian,” tutur Ahmad.
Kegiatan pelatihan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan, menyanyikan lagu Indonesia Raya, pembacaan doa, serta laporan panitia.
Selanjutnya, Kepala Bapas Kelas I Bandung menyampaikan sambutan. Kegiatan kemudian dibuka oleh Kepala Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Pemasyarakatan Jawa Barat yang diwakili Kepala Bidang Pembimbingan Kemasyarakatan.
Pelatihan montir sepeda motor oleh Planet Ban menjadi rangkaian utama kegiatan. Peserta mengikuti pembekalan dengan tertib hingga proses penjaringan untuk peluang magang.
Melalui kolaborasi tersebut, Bapas Kelas I Bandung berupaya menjadikan pembinaan klien lebih dekat dengan kebutuhan dunia kerja.
Keterampilan montir yang diperoleh diharapkan tidak berhenti sebagai pengetahuan, tetapi dapat berkembang menjadi kemampuan produktif yang membantu klien membangun kemandirian dan menjalani proses reintegrasi sosial secara lebih baik. (Resa)












