Duta Zakat BAZNAS Ciamis, Penyuluh IPARI Jadi Penggerak Kesadaran Berzakat

Oplus_131072

CIAMIS, sawalajabar.com. BAZNAS Kabupaten Ciamis menggandeng para penyuluh agama untuk memperluas gerakan zakat di tengah masyarakat.

Melalui penguatan Duta Zakat, penyuluh yang tergabung dalam Ikatan Penyuluh Agama Islam Republik Indonesia (IPARI) Kabupaten Ciamis didorong menjadi penggerak kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat.

Penguatan peran tersebut menjadi salah satu agenda dalam Rapat Kerja Daerah (Rakerda) III IPARI Kabupaten Ciamis yang berlangsung di Aula Utama Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Ciamis, Senin (14/9/2026).

Kegiatan tersebut dirangkaikan dengan sosialisasi Peran Duta Zakat yang menghadirkan Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis Drs. H. Lili Miftah, M.BA. bersama jajaran BAZNAS.

Kolaborasi ini dinilai memiliki peluang besar untuk memperluas edukasi zakat. Pasalnya, penyuluh agama merupakan salah satu unsur yang paling dekat dengan masyarakat dan memiliki ruang interaksi yang luas melalui kegiatan keagamaan maupun pembinaan sosial.

Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis H. Lili Miftah mengatakan, zakat perlu terus dibumikan sebagai bagian dari kehidupan umat. Lebih dari sekadar kewajiban, zakat memiliki potensi besar untuk membantu mengatasi persoalan sosial sekaligus memperkuat ekonomi masyarakat.

“Jika zakat, infak, dan sedekah dikelola secara terkoordinir dengan baik oleh amil. Ini akan menjadi kekuatan ekonomi yang luar biasa bagi kemaslahatan umat,” ungkap Lili.

Menurutnya, pengelolaan melalui amil menjadi bagian penting agar dana zakat dapat dihimpun secara terkoordinasi dan disalurkan secara tepat kepada masyarakat yang berhak menerimanya.

Karena itu, keberadaan Duta Zakat diharapkan dapat memperkuat sisi edukasi. Para penyuluh tidak hanya menyampaikan pesan tentang kewajiban zakat, tetapi juga memberikan pemahaman kepada masyarakat mengenai ketentuan zakat dan pentingnya menyalurkannya melalui lembaga amil zakat yang resmi.

Penyuluh Punya Posisi Strategis

Kepala Kantor Kemenag Kabupaten Ciamis Dr. H. Yayan Herdiana, M.Ag., menegaskan bahwa penyuluh agama memiliki posisi strategis karena berhadapan langsung dengan masyarakat.

Hal itu disampaikan Yayan dalam sambutannya sekaligus saat mengukuhkan pengurus IPARI Kabupaten Ciamis.

“Marwah Kemenag ini ada di pundak para penyuluh,” ujar Yayan.

Ia menyebutkan, saat ini terdapat 93 penyuluh agama di Kabupaten Ciamis. Jumlah tersebut mengalami penyesuaian karena sebagian penyuluh beralih tugas menjadi pelaksana administrasi di KUA maupun di Kantor Kemenag.

Dengan kondisi tersebut, Yayan tetap mendorong para penyuluh untuk menjalankan tugas secara maksimal. Menurutnya, penyuluh memiliki empat fungsi utama yang perlu terus diperkuat, yakni informatif-edukatif, konsultatif, advokasi sosial, dan pembangunan.

Fungsi tersebut membuat penyuluh memiliki peran yang luas dalam kehidupan masyarakat. Selain memberikan bimbingan keagamaan, mereka dapat ikut membantu menyelesaikan berbagai persoalan sosial, memperkuat ketahanan keluarga, hingga terlibat dalam program pemberdayaan masyarakat.

Dalam konteks zakat, peran tersebut menjadi modal penting untuk membangun kesadaran masyarakat dari tingkat paling bawah.

Duta Zakat Tak Sekadar Sosialisasi

Program Duta Zakat diharapkan tidak berhenti pada kegiatan sosialisasi. Para penyuluh diharapkan mampu membawa pesan zakat ke ruang-ruang interaksi masyarakat, sehingga pemahaman mengenai kewajiban berzakat semakin kuat.

Pendekatan tersebut sekaligus membuka ruang sinergi yang lebih luas antara Kemenag, IPARI dan BAZNAS Ciamis dalam mengoptimalkan potensi zakat, infak, sedekah dan wakaf (ZISWAF).

Terlebih, penyuluh agama selama ini telah memiliki basis pembinaan masyarakat melalui majelis keagamaan, masjid, kelompok masyarakat hingga berbagai kegiatan sosial.

Dengan pendekatan yang lebih dekat dan berkelanjutan, edukasi zakat diharapkan tidak hanya meningkatkan pemahaman, tetapi juga mendorong perubahan perilaku masyarakat dalam menunaikan zakat.

Rakerda III IPARI Ciamis pun menjadi momentum untuk memperkuat komitmen tersebut. Organisasi penyuluh agama diharapkan semakin aktif mengambil peran dalam membangun masyarakat yang religius sekaligus memiliki kepedulian sosial.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kasubag TU Kemenag Ciamis H. Komar Ismail, Kepala Seksi Bimas Islam, Penyelenggara Zakat dan Wakaf, Kepala KUA Kecamatan Ciamis, serta para pengurus dan anggota IPARI Kabupaten Ciamis.

Melalui sinergi BAZNAS dan IPARI, Duta Zakat diharapkan menjadi penggerak yang mampu mendekatkan pesan zakat kepada masyarakat. Bukan sekadar mengajak menunaikan kewajiban, tetapi juga menumbuhkan kesadaran bahwa zakat yang dikelola dengan baik dapat kembali menjadi kekuatan bagi kemaslahatan dan kesejahteraan umat di Kabupaten Ciamis. (Resa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *