Beras Bantuan Tiga Bulan Bantu Warga Cigembor Penuhi Pangan

Oplus_131072

CIAMIS, sawalajabar.com,– Bantuan pangan berupa beras yang disalurkan pemerintah membantu memenuhi kebutuhan pangan ratusan keluarga di Kelurahan Cigembor, Kecamatan Ciamis, Kabupaten Ciamis. Sebanyak sekitar 707 keluarga penerima manfaat (KPM) mendapatkan bantuan beras untuk kebutuhan tiga bulan sekaligus.

Bantuan tersebut mencakup alokasi Juli, Agustus, dan September 2026. Setiap KPM menerima 10 kilogram beras untuk setiap bulan, sehingga total bantuan yang diterima mencapai 30 kilogram per keluarga.

Beras bantuan tiba di Kelurahan Cigembor pada Senin, 24 Agustus 2026. Penyaluran kepada masyarakat kemudian dilaksanakan pada Rabu, 26 Agustus 2026.

Lurah Cigembor Dede Hermawan, S.IP, mengatakan proses penyaluran berjalan lancar. Sebagian besar penerima datang langsung untuk mengambil bantuan sesuai mekanisme yang telah ditentukan.

“Alhamdulillah penyaluran bisa selesai dalam satu hari. Hanya ada dua penerima yang kebetulan sedang sakit, sehingga bantuannya kami salurkan pada hari berikutnya,” kata Dede ditemui di kantornya Jumat (04/09/2026)

Menurutnya, kelurahan memastikan proses pembagian berlangsung tertib sekaligus mengupayakan agar bantuan diterima oleh warga yang sesuai dengan data penerima manfaat.

Penyaluran Melibatkan Berbagai Unsur

Dalam proses penyaluran, Kelurahan Cigembor melakukan pendampingan dan pengawasan bersama pihak terkait. Dukungan personel dari mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) Universitas Islam Darussalam turut membantu pelayanan kepada masyarakat.

Kehadiran mahasiswa KKN membantu petugas mengatur proses penerimaan warga, termasuk mengarahkan penerima agar penyaluran berlangsung tertib dan tidak menimbulkan antrean yang berkepanjangan.

“Kami berkolaborasi dengan pihak terkait untuk pengawasan dan pelayanan. Kebetulan saat penyaluran tanggal 26 Agustus juga ada bantuan personel dari teman-teman KKN Universitas Islam Darussalam. Itu sangat membantu kami,” ujarnya.

Dede mengatakan tempat penyimpanan bantuan sebelum disalurkan kepada masyarakat juga telah disiapkan. Dengan jumlah bantuan yang cukup besar, pengelolaan penyimpanan menjadi bagian penting agar beras tetap aman hingga diterima KPM.

Lansia dan Warga Sakit Jadi Perhatian

Selain memastikan penyaluran berjalan tertib, Kelurahan Cigembor juga memberi perhatian kepada penerima yang memiliki keterbatasan untuk datang langsung ke lokasi.

Dede mengatakan, pada penyaluran berikutnya pihak kelurahan akan melihat kondisi penerima, terutama warga lanjut usia, warga yang sedang sakit, maupun mereka yang secara fisik tidak memungkinkan datang mengambil bantuan.

“Kalau ada warga yang sudah lanjut usia, tidak bisa berjalan atau memang tidak memungkinkan datang ke sini, tentu akan kami pikirkan mekanismenya agar bantuannya tetap bisa diterima,” katanya.

Sementara bagi penerima yang masih mampu datang, penyaluran tetap dilakukan sesuai mekanisme yang telah ditetapkan.

Langkah tersebut diharapkan dapat memastikan keterbatasan fisik tidak menjadi hambatan bagi warga yang memang berhak menerima bantuan.

Data Penerima Terus Diperhatikan

Dede menegaskan, ketepatan data menjadi salah satu bagian penting dalam penyaluran bantuan pangan. Kondisi sosial ekonomi masyarakat dapat berubah sehingga pembaruan informasi penerima perlu terus dilakukan.

Kelurahan akan berkoordinasi dengan pihak terkait apabila ditemukan perubahan kondisi penerima maupun persoalan dalam proses penyaluran.

Hingga penyaluran terakhir, Dede mengatakan tidak ada keluhan berarti dari masyarakat terkait bantuan beras yang diterima.

“Alhamdulillah sampai sekarang belum ada keluhan dari penerima terkait beras yang mereka terima. Kalau nanti ada persoalan, tentu akan kami tindak lanjuti dan komunikasikan dengan pihak terkait,” ujarnya.

Bantu Warga dengan Penghasilan Tidak Tetap

Bantuan beras tersebut memiliki arti penting bagi masyarakat yang mengandalkan penghasilan harian. Salah satunya dirasakan Adang, warga Cigembor yang sehari-hari bekerja serabutan.

Untuk mendapatkan penghasilan, Adang biasa menyapu jalan dan halaman, membersihkan kebun milik warga, serta mengambil pekerjaan lain yang tersedia.

Dengan pekerjaan yang tidak selalu datang setiap hari, bantuan pangan menjadi salah satu penopang kebutuhan rumah tangganya.

Adang mengaku bersyukur menerima bantuan beras tersebut. Ia menyampaikan terima kasih karena bantuan yang diterimanya dapat mengurangi beban pengeluaran untuk kebutuhan pangan keluarga.

“Terima kasih atas bantuan yang diberikan. Bantuan beras ini sangat bermanfaat sekali bagi saya dan keluarga, apalagi pekerjaan saya sehari-hari serabutan,” ujar Adang.

Bagi Adang, bantuan 30 kilogram beras untuk tiga bulan dapat membantu menjaga ketersediaan kebutuhan pokok di rumah ketika penghasilan dari pekerjaan serabutan sedang tidak menentu.

Dengan total 30 kilogram beras yang diterima untuk tiga bulan, bantuan tersebut diharapkan mampu membantu menjaga kebutuhan pangan keluarga penerima manfaat di Kelurahan Cigembor.

Bagi warga seperti Adang, bantuan itu bukan sekadar tambahan bahan pangan, tetapi juga memberikan ruang bagi keluarga untuk mengatur pengeluaran ketika pendapatan dari pekerjaan harian tidak selalu pasti. (Resa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *