Konsisten Pilah Sampah, Udedi Kusmana Bawa Pulang Motor

Oplus_131072

CIAMIS, sawalajabar. Kebiasaan memilah sampah dari rumah selama bertahun-tahun akhirnya membawa berkah bagi Udedi Kusmana, warga Jalan Ir. H. Djuanda Nomor 290, Kabupaten Ciamis.

Konsistensinya mengelola dan menabung sampah mengantarkan Udedi sebagai penabung sampah perorangan terbaik Kabupaten Ciamis tahun 2026.

Apresiasi tersebut diserahkan langsung oleh Bupati Ciamis Dr. H. Herdiat Sunarya seusai Upacara HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia di Lapang Lokasana Ciamis, Senin (17/8/2026).

Tidak tanggung-tanggung, Udedi berhak membawa pulang hadiah berupa satu unit sepeda motor Honda Beat. Hadiah tersebut menjadi bentuk penghargaan atas kepeduliannya terhadap lingkungan sekaligus konsistensinya mengurangi sampah dari sumbernya.

Penghargaan itu juga menunjukkan bahwa pengelolaan sampah tidak selalu harus dimulai dari program besar. Kebiasaan memilah sampah di rumah, kemudian menabungnya secara rutin, dapat menjadi bagian nyata dari upaya menjaga lingkungan.

Tiga Tahun Konsisten Menabung Sampah

Udedi mengaku bersyukur mendapatkan penghargaan tersebut. Baginya, kegiatan mengelola sampah sudah menjadi bagian dari kebiasaan sehari-hari, bukan semata-mata untuk mengejar hadiah.

“Saya bersyukur. Dulu di sini ada yang memungut sampah, tetapi kemudian berhenti dan saya melanjutkannya. Saya sudah sekitar tiga tahun berkecimpung dalam pengelolaan sampah,” ujar Udedi.

Sebagai Ketua RT, Udedi juga merasa memiliki tanggung jawab untuk menjaga kebersihan lingkungan tempat tinggalnya. Sampah yang dikumpulkan tidak langsung dibuang, melainkan dipilah terlebih dahulu sebelum ditabung ke Bank Sampah Ciamis.

Rutinitas tersebut dilakukannya secara konsisten. Udedi bahkan mengaku menabung sampah setiap dua hari sekali.

“Saya setiap dua hari sekali menabung ke Bank Sampah Ciamis,” katanya.

Kebiasaan itu kemudian menjadi bagian dari gerakan kecil di lingkungan tempat tinggalnya. Sampah yang sebelumnya hanya dianggap sebagai barang buangan, dipilah dan dikumpulkan sehingga memiliki nilai ekonomi sekaligus mengurangi beban sampah yang masuk ke tempat pembuangan.

Penilaian Berlangsung Selama Tiga Tahun

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala DPRKPLH Kabupaten Ciamis Slamet Budi Wibowo, S.P., M.Si., mengatakan penghargaan penabung sampah perorangan terbaik merupakan agenda apresiasi yang dilakukan pemerintah untuk meningkatkan partisipasi masyarakat dalam pengelolaan sampah.

Menurut Slamet, masyarakat yang menjadi peserta merupakan warga yang secara aktif memilah sampah dari rumah dan kemudian menabungnya melalui Bank Sampah Induk Ciamis.

“Ini untuk mendorong supaya masyarakat lebih giat lagi dalam upaya pengelolaan sampah, terutama pemilahan dan pengurangan sampah dari sumbernya,” ujar Slamet.

Ia menjelaskan, penilaian tidak hanya didasarkan pada banyaknya sampah yang berhasil dikumpulkan. Tim juga melihat sejumlah indikator lain, termasuk konsistensi peserta dalam menabung sampah.

Aktivitas selama tiga tahun terakhir menjadi salah satu bahan penilaian. Jumlah sampah yang telah dipilah dan ditabung, baik dalam satuan kilogram maupun ton, juga dihitung secara akumulatif.

“Yang pertama jelas kerajinan. Kemudian sampah yang ditabung juga harus memang sudah terpilah. Ada berbagai indikator, termasuk profil dan aktivitas masyarakat selama tiga tahun terakhir. Dari situ kita lihat akumulasinya, berapa jumlah sampah yang sudah terpilah dalam kilogram maupun ton,” jelasnya.

Dari proses penilaian tersebut kemudian ditentukan sejumlah kandidat hingga mengerucut menjadi lima besar sebelum ditetapkan sebagai penabung sampah perorangan terbaik.

Hadiah Didukung BJB Ciamis

Slamet menyebutkan, hadiah sepeda motor Honda Beat yang diberikan kepada Udedi merupakan dukungan dari Bank BJB Ciamis.

Dukungan tersebut menjadi salah satu bentuk kolaborasi dalam mendorong gerakan pengelolaan sampah di Kabupaten Ciamis. Dengan dukungan pihak nonpemerintah, pemberian penghargaan dapat dilakukan tanpa membebani APBD.

“Hadiah sepeda motor Honda Beat ini merupakan dukungan dari BJB Ciamis yang setiap tahun memberikan bantuan. Jadi ini non-APBD,” katanya.

DPRKPLH mencatat, gerakan pengelolaan sampah melalui Bank Sampah Induk Ciamis telah melibatkan ribuan masyarakat. Saat ini terdapat sekitar 3.505 masyarakat yang bersama-sama terlibat dalam gerakan tersebut, dengan sekitar 1.888 orang tercatat bersama Bank Sampah Induk Ciamis.

Pengurangan Sampah Capai Sekitar 40 Persen

Gerakan memilah dan menabung sampah dari masyarakat turut memberikan kontribusi terhadap pengurangan volume sampah di Kabupaten Ciamis.

Slamet menyebutkan, jika diakumulasikan, upaya pengurangan sampah yang dilakukan masyarakat telah mencapai sekitar 40 persen dari timbulan sampah yang dihasilkan.

Angka tersebut menjadi gambaran bahwa perubahan perilaku masyarakat di tingkat rumah tangga memiliki peran penting dalam pengelolaan sampah secara keseluruhan.

Karena itu, DPRKPLH tidak ingin gerakan tersebut berhenti pada penabung sampah perorangan. Pemerintah juga mendorong terbentuknya bank sampah unit di berbagai wilayah.

“Harapannya masyarakat lebih giat lagi dalam memilah sampah. Kemudian membangun komunitas dalam bentuk bank sampah unit di setiap desa. Kalau bisa, setiap RW juga memiliki bank sampah,” kata Slamet.

Penghargaan Tak Hanya untuk Perorangan

Ke depan, DPRKPLH Kabupaten Ciamis juga berencana memperluas kategori penghargaan. Jika sebelumnya apresiasi diberikan kepada penabung sampah perorangan, pemerintah berharap penghargaan berikutnya dapat menyasar bank sampah unit yang dinilai aktif dan berhasil menggerakkan masyarakat.

Menurut Slamet, pemberian penghargaan diharapkan menjadi motivasi agar semakin banyak masyarakat yang terlibat dalam pengelolaan sampah.

“Jadi bukan hanya perorangan. Mudah-mudahan ke depan ada juga kategori bank sampah unit yang sudah melakukan pengelolaan dengan baik,” ujarnya.

Sementara itu, keberhasilan Udedi menjadi penabung sampah terbaik memberikan pesan sederhana bahwa kepedulian terhadap lingkungan bisa dimulai dari rumah sendiri.

Selama tiga tahun, ia memilih memilah sampah, mengumpulkannya dan secara rutin menabung ke bank sampah. Kini, kebiasaan tersebut tidak hanya memberi manfaat bagi lingkungan, tetapi juga berbuah penghargaan berupa sepeda motor.

Bagi Udedi, hadiah tersebut menjadi bonus dari sebuah kebiasaan yang selama ini ia jalankan. Yang lebih penting, menurutnya, adalah bagaimana masyarakat mulai melihat sampah bukan sekadar sesuatu yang harus dibuang, melainkan sesuatu yang masih bisa dikelola dan memberikan manfaat. (Resa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *