Kepedulian BAZNAS untuk Warga Terdampak Kebakaran Margaharja

oplus_1026

CIAMIS, sawalajabar.com – Kepedulian terhadap warga yang sedang menghadapi musibah kembali ditunjukkan Badan Amil Zakat Nasional (BAZNAS) Kabupaten Ciamis. Empat kepala keluarga di RT 04 RW 01, Desa Margaharja, Kecamatan Sukadana, yang terdampak kebakaran mendapat bantuan untuk meringankan beban mereka.

Bantuan dengan total nilai Rp32,5 juta tersebut disalurkan pada Selasa (11/8/2026).

Penyaluran dilakukan setelah BAZNAS melakukan asesmen dan mempertimbangkan kondisi masing-masing keluarga penerima.

Wakil Ketua II BAZNAS Kabupaten Ciamis, Drs. H. Syarif Nurhidayat, M.Si., mengatakan bantuan tersebut merupakan bentuk kepedulian BAZNAS terhadap masyarakat yang tertimpa musibah.

Menurut Syarif, BAZNAS berupaya memastikan dana yang dihimpun dari masyarakat dapat kembali dirasakan manfaatnya oleh mereka yang membutuhkan.

“Bantuan ini sudah melalui asesmen dan pertimbangan. Kami tentu tidak bisa memberikan yang terbaik untuk seluruh kebutuhan korban, tetapi BAZNAS berusaha hadir sesuai kemampuan. Total bantuan yang disalurkan sebesar Rp32,5 juta,” kata Syarif.

Ia menjelaskan, bantuan diberikan melalui beberapa skema. Satu bantuan berasal dari program reguler BAZNAS, dua bantuan melalui skema sharing BAZNAS, SMA dan UPZ, sementara satu bantuan lainnya diberikan melalui program kebencanaan BAZNAS.

Empat penerima manfaat tersebut terdiri dari empat kepala keluarga dengan jumlah keseluruhan sembilan jiwa.

“Prinsipnya dari kita untuk kita. Ketika masyarakat mengalami musibah, BAZNAS berupaya hadir. Kampung Zakat juga milik masyarakat. Jadi bukan hanya berbicara soal nominal, tetapi kepedulian dan manfaat yang bisa dirasakan,” ujarnya.

Kebakaran Hanguskan Rumah dan Tempat Usaha

Salah seorang penerima bantuan, Kurnia, masih berusaha menata kembali kehidupannya setelah kebakaran menghanguskan rumah dan tempat usaha miliknya.

Ia mengatakan kebakaran berlangsung cepat. Kondisi kemarau dan angin membuat api dengan mudah membesar.

Saat kejadian, Kurnia sedang bekerja membungkus kursi. Ia baru mengetahui adanya kebakaran ketika api sudah membesar.

“Kurang lebih sekitar 10 menit api sudah membesar. Pemadam kebakaran datang sekitar setengah jam kemudian,” tuturnya.

Sejumlah barang dan peralatan kerja miliknya tidak sempat diselamatkan. Peralatan yang selama ini digunakan untuk mencari nafkah ikut terbakar.

“Kompor, kompresor, alat kerja, semuanya habis. Barang-barang di dalam rumah juga habis,” katanya.

Untuk sementara, Kurnia bersama keluarganya tinggal di rumah tetangga. Ia berharap rumah dan tempat usahanya dapat kembali dibangun agar bisa kembali bekerja.

Bantuan BAZNAS menjadi salah satu dukungan yang cukup berarti bagi keluarganya di tengah kondisi tersebut.

“Alhamdulillah, bantuan dari BAZNAS sangat membantu,” ujar Kurnia.

Ia berharap dukungan dari berbagai pihak dapat terus diberikan, terutama untuk pembangunan kembali rumah dan tempat usaha yang menjadi sumber penghidupan keluarganya.

Desa Apresiasi Bantuan BAZNAS

Kepala Desa Margaharja, Warto, menyampaikan apresiasi atas perhatian BAZNAS Kabupaten Ciamis kepada warganya.

Menurutnya, bantuan tersebut menjadi penyemangat bagi korban untuk kembali bangkit setelah kehilangan rumah dan sejumlah harta benda akibat kebakaran.

“Saya sangat bersyukur atas bantuan yang diberikan BAZNAS Kabupaten Ciamis. Ini sangat bermanfaat bagi warga kami yang menjadi korban,” kata Warto.

Selain bantuan BAZNAS, kepedulian terhadap korban juga datang dari masyarakat Kecamatan Sukadana. Warga dari sejumlah desa ikut mengumpulkan bahan makanan dan bantuan lainnya.

Warto menilai, gotong royong tersebut menunjukkan bahwa masyarakat masih memiliki kepedulian kuat ketika ada warga yang sedang tertimpa musibah.

Ia juga berharap penghimpunan zakat melalui Unit Pengumpul Zakat (UPZ) di wilayah Desa Margaharja semakin kuat sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.

“Semoga UPZ terus digalakkan. Mudah-mudahan semakin banyak masyarakat yang terbantu dan menjadi keberkahan bagi kita semua,” ujarnya.

Tingkatkan Kewaspadaan Saat Kemarau

Musibah kebakaran tersebut juga menjadi pengingat bagi masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan, terutama saat kondisi kemarau.

Warto mengatakan pemerintah desa rutin menyampaikan imbauan kepada masyarakat agar tidak melakukan aktivitas yang berpotensi memicu kebakaran.

Imbauan disampaikan melalui perangkat desa, RT, RW hingga kegiatan pengajian.

“Saya selalu mengingatkan perangkat desa dan masyarakat agar tidak membakar sampah sembarangan. RT dan RW juga terus mengingatkan warga karena sekarang musim kemarau,” katanya.

Bagi keluarga yang terdampak, bantuan yang datang bukan hanya memberikan dukungan secara materi. Kehadiran BAZNAS dan kepedulian masyarakat menjadi dorongan bagi mereka untuk perlahan menata kembali kehidupan setelah musibah.

Dari zakat yang dihimpun masyarakat, bantuan kemudian kembali kepada masyarakat yang membutuhkan. Di Margaharja, kepedulian itu menjadi bagian dari ikhtiar bersama membantu korban untuk bangkit. (Resa)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *