Ciamis, deJurnal,- Kembalinya PSGC Ciamis ke kompetisi Liga 2 musim 2026 membawa tantangan baru yang tidak ringan.
CEO PSGC Ciamis yang juga Bupati Ciamis Herdiat Sunarya mengungkapkan regulasi Liga 2 kini jauh lebih ketat dibanding saat PSGC tampil beberapa tahun lalu.
Salah satu perubahan paling besar, kata Herdiat, adalah adanya kewajiban deposit dana yang harus dimiliki setiap klub peserta sebagai jaminan profesionalitas selama kompetisi berlangsung.
“Sekarang berbeda dengan tujuh atau delapan tahun lalu ketika PSGC bermain di Liga 2. Dulu tidak ada kewajiban deposit, sekarang harus ada deposit sebagai penjamin,” ujar Herdiat Jumat (22/05/2026)
Menurutnya, deposit tersebut menjadi bentuk antisipasi apabila klub mengalami keterlambatan memenuhi kewajiban kepada pemain maupun pihak ketiga.
Mulai dari pembayaran gaji pemain, hotel, katering hingga kebutuhan operasional lainnya akan langsung dipotong dari dana deposit apabila terjadi tunggakan.
“Kalau ada keterlambatan bayar gaji pemain, hotel, katering atau kewajiban lain yang merugikan pihak lain, nanti langsung dipotong dari deposit tersebut,” katanya.
Meski aturan baru itu cukup membebani klub, Herdiat memastikan PSGC Ciamis telah mengamankan dukungan sponsor untuk memenuhi kebutuhan deposit awal kompetisi.
“Alhamdulillah untuk deposit sudah sepenuhnya dibantu sponsor,” ungkapnya.
Namun ia mengakui tantangan PSGC musim ini tidak berhenti pada kewajiban deposit saja. Biaya operasional klub selama menjalani kompetisi Liga 2 disebut meningkat tajam dibanding musim-musim sebelumnya.
Kebutuhan kontrak pemain, biaya hotel, transportasi pertandingan tandang hingga konsumsi harian pemain menjadi komponen pengeluaran yang harus dipersiapkan secara matang.
“Operasional Liga 2 sekarang luar biasa besar. Pertandingan away, hotel dan kebutuhan pemain semuanya harus benar-benar siap,” ujarnya.
Meski demikian, Herdiat tetap optimistis PSGC mampu bersaing di tengah ketatnya kompetisi dan regulasi baru yang diterapkan musim ini.
Ia juga menyebut komunikasi dan hubungan baik dengan Persib Bandung membawa dampak positif bagi perkembangan sepak bola di Kabupaten Ciamis.
Menurutnya, kerja sama tersebut bukan hanya soal kompetisi, tetapi juga menyangkut pembinaan pemain muda sebagai fondasi masa depan sepak bola daerah.
“Kita merasa terbantu. Salah satu syarat yang tetap harus dijalankan adalah pembinaan pemain muda harus berjalan dengan baik,” katanya.
Herdiat bahkan mengungkapkan adanya rencana pembukaan akademi sepak bola oleh Persib Bandung di Ciamis.
Ia menilai langkah tersebut menjadi peluang besar lahirnya talenta-talenta muda baru dari Kabupaten Ciamis sekaligus mendorong kemajuan sepak bola daerah secara berkelanjutan.
“Insyaallah Persib akan membuka akademi sepak bola di Ciamis. Ini langkah kemajuan yang luar biasa,” pungkansya. (Resa)












