Indeks

Pemuda Pelopor Ciamis Didorong Tumbuhkan Inovasi Baru

oplus_1026

CIAMIS, sawalajabar.com. – Persoalan yang muncul di tengah masyarakat dapat menjadi ruang bagi pemuda untuk melahirkan gagasan baru.

Dari persoalan pendidikan, sosial budaya, pangan, pariwisata hingga teknologi, generasi muda dituntut tidak hanya mampu melihat masalah, tetapi juga berani menawarkan solusi.

Semangat tersebut menjadi perhatian Dinas Kebudayaan, Kepemudaan, dan Olahraga (Disbudpora) Kabupaten Ciamis melalui Pembinaan Pemuda Pelopor Kabupaten Ciamis Tahun 2026 yang digelar di Hotel Larisa Ciamis, Selasa (8/9/2026).

Pembinaan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah memperkuat kapasitas pemuda agar mampu mengembangkan inovasi sekaligus mengambil peran dalam pembangunan di lingkungannya.

Kegiatan mengusung tema “Pemuda Pelopor Bergerak, Berkarya dan Berdampak untuk Ciamis Maju dan Indonesia Emas 2045” dengan semangat “Bergerak, Berinovasi, Bergerak Menginspirasi, Kolaborasi Pemuda Membangun Ciamis.”

Pemuda Harus Berani Memulai

Kepala Disbudpora Kabupaten Ciamis, Dr. Dian Budiyana, mengatakan pemuda pelopor harus memiliki keberanian untuk memulai.

Menurutnya, kepeloporan tidak lahir hanya dari keinginan untuk mendapatkan penghargaan. Seorang pelopor harus mampu membaca kondisi di sekitarnya, menemukan persoalan dan kemudian mencari jalan keluar melalui gagasan yang bisa diterapkan.

“Pemuda pelopor itu selalu memulai. Mereka harus mampu mengenali permasalahan yang ada di masyarakat, kemudian mencari solusinya. Solusi itulah yang nantinya menjadi sebuah inovasi,” kata Dian.

Ia mengatakan, pemuda memiliki posisi strategis karena berada dekat dengan perkembangan teknologi, perubahan sosial dan berbagai persoalan yang terjadi di masyarakat.

Karena itu, kreativitas dan kemampuan melihat peluang perlu terus dikembangkan agar pemuda tidak hanya menjadi pengguna perubahan, tetapi turut menciptakan perubahan.

Dian berharap inovasi yang dikembangkan pemuda Ciamis tidak berhenti pada proses seleksi atau menjadi karya yang hanya dipresentasikan dalam sebuah kompetisi.

“Harapannya, inovasi yang mereka miliki bisa diimplementasikan sesuai kebutuhan masyarakat. Dengan begitu, pemuda pelopor dapat memberikan kontribusi dalam menyelesaikan persoalan pembangunan di wilayahnya masing-masing,” ujarnya.

Menurutnya, inovasi yang sudah terbukti memberikan manfaat di satu daerah juga dapat dikembangkan di wilayah lain apabila memiliki persoalan dan kebutuhan yang serupa.

Dengan pola tersebut, satu inovasi dapat berkembang menjadi gerakan yang lebih luas dan memberikan manfaat kepada lebih banyak masyarakat.

17 Pemuda Ikuti Proses Seleksi

Kepala Bidang Kepemudaan Disbudpora Kabupaten Ciamis, Andi Adrianto, S.IP., M.Si., menjelaskan pembinaan tersebut merupakan tindak lanjut dari proses seleksi Pemuda Pelopor Kabupaten Ciamis Tahun 2026.

Sebanyak 17 peserta mengikuti seleksi yang terbagi dalam lima bidang kepeloporan.

Para peserta berasal dari sejumlah kecamatan di Kabupaten Ciamis, di antaranya Kecamatan Cijeungjing, Cisaga, Rancah, Kawali, Pamarican, Ciamis dan Lakbok.

Andi mengatakan, pembinaan tidak hanya diberikan kepada peserta yang berhasil menjadi pemenang seleksi.

Peserta yang telah mengikuti seluruh proses seleksi juga kembali diberikan pembinaan. Langkah tersebut dilakukan agar potensi dan gagasan yang telah mereka miliki tetap dikembangkan.

“Jadi bukan hanya pemenangnya yang kami panggil kembali. Mereka yang sudah mengikuti proses seleksi juga kami berikan pembinaan, karena kami ingin potensi kepeloporan mereka tetap dikembangkan,” jelas Andi.

Dalam prosesnya, seorang peserta juga dapat mengikuti lebih dari satu bidang apabila mempunyai kemampuan dan inovasi yang sesuai.

Hal tersebut, menurut Andi, menjadi salah satu ruang bagi pemuda untuk menunjukkan kemampuan serta gagasan yang mereka miliki.

Dua Wakil Ciamis Masuk Lima Besar Jawa Barat

Tidak berhenti di tingkat kabupaten, sejumlah peserta kemudian mendapat kesempatan mewakili Ciamis dalam seleksi Pemuda Pelopor tingkat Provinsi Jawa Barat.

Dua peserta dari Kecamatan Ciamis dan Kecamatan Lakbok berhasil masuk dalam lima besar tingkat provinsi.

Meski belum berhasil menembus tiga besar, capaian tersebut dinilai menjadi hasil positif sekaligus bahan evaluasi untuk meningkatkan kualitas pembinaan pemuda pelopor di Ciamis.

“Alhamdulillah, dua perwakilan kita berhasil masuk lima besar tingkat provinsi. Ini menjadi motivasi bagi kami untuk terus melakukan pembinaan dan meningkatkan kualitas pemuda pelopor di Ciamis,” ungkapnya.

Andi menilai, pengalaman mengikuti seleksi tingkat provinsi juga penting bagi para peserta. Selain menguji kualitas inovasi, mereka dapat belajar bagaimana mengembangkan gagasan, menyampaikan ide dan membangun jejaring dengan pemuda dari daerah lain.

Inovasi Tidak Boleh Berhenti Setelah Seleksi

Disbudpora Ciamis juga berupaya menjaga keberlanjutan para pemuda yang telah mengikuti program Pemuda Pelopor.

Andi menegaskan, proses pembinaan tidak berhenti setelah seleksi selesai ataupun penghargaan diberikan.

Komunikasi dengan para pemuda terus dilakukan untuk mengetahui perkembangan kegiatan dan inovasi yang mereka jalankan.

“Kami terus berkomunikasi dengan mereka, terutama agar kegiatan dan inovasi yang mereka miliki tetap berguna bagi masyarakat,” katanya.

Menurut Andi, para pemuda pelopor juga memiliki potensi untuk diberdayakan dalam berbagai kegiatan pemerintah daerah.

Mereka dapat dilibatkan sebagai narasumber sesuai pengalaman dan kompetensi yang dimiliki. Salah satunya adalah Isal, salah seorang pemuda pelopor yang telah dilibatkan sebagai narasumber dalam sejumlah kegiatan Disbudpora maupun perangkat daerah lainnya.

Bagi Disbudpora, keterlibatan tersebut menjadi salah satu cara untuk menjaga agar pengetahuan dan pengalaman para pemuda pelopor dapat terus dibagikan.

Dengan demikian, keberhasilan seorang pemuda tidak hanya diukur dari pencapaian pribadi, tetapi juga dari seberapa jauh pengetahuan dan inovasinya dapat memberikan manfaat kepada orang lain.

Dorong Munculnya Pelopor Baru

Andi berharap program pembinaan Pemuda Pelopor dapat membuka lebih banyak ruang bagi generasi muda Ciamis untuk mengembangkan gagasan.

Menurutnya, Ciamis membutuhkan pemuda yang tidak takut mencoba, mampu membaca persoalan dan berani mengembangkan solusi sesuai potensi yang ada di daerahnya.

“Harapan kami ke depan semakin banyak pemuda Ciamis yang memiliki inovasi dan kepeloporan di bidangnya masing-masing. Yang paling penting, apa yang mereka lakukan bisa bermanfaat dan berdampak bagi masyarakat,” pungkas Andi.

Keberadaan pemuda pelopor diharapkan menjadi bagian dari kekuatan pembangunan daerah. Ketika gagasan anak muda mendapat ruang untuk tumbuh, persoalan di masyarakat tidak selalu harus menunggu solusi dari pemerintah.

Pemuda dapat mengambil bagian dengan caranya sendiri, melalui inovasi yang sederhana, sesuai kebutuhan dan bisa dirasakan manfaatnya.

Dari sinilah kepeloporan diharapkan tumbuh berawal dari keberanian melihat persoalan, dilanjutkan dengan gagasan, kemudian diwujudkan menjadi aksi yang memberi perubahan. (Resa)

Exit mobile version