Indeks

DPRKPLH Ciamis Jadi Tempat Belajar Peserta PKN II

CIAMIS, sawalajabar.com.-  Persoalan lingkungan tidak cukup diselesaikan hanya dengan kebijakan pemerintah. Keterlibatan masyarakat menjadi bagian penting, terutama dalam mengurangi dan mengelola sampah sejak dari sumbernya.

Hal itulah yang menjadi salah satu bahan pembelajaran peserta Pelatihan Kepemimpinan Nasional (PKN) Tingkat II Angkatan XXII BPSDM Provinsi Jawa Barat Tahun 2026 saat melakukan visitasi ke Dinas Perumahan Rakyat, Kawasan Permukiman dan Lingkungan Hidup (DPRKPLH) Kabupaten Ciamis, Selasa (8/9/2026).

DPRKPLH Ciamis menjadi salah satu lokus visitasi dalam rangkaian kegiatan peserta PKN di Kabupaten Ciamis. Sebanyak 60 peserta didampingi empat pembimbing mengikuti kegiatan tersebut untuk melihat secara langsung praktik kepemimpinan dan tata kelola pemerintahan, khususnya dalam menghadapi persoalan lingkungan.

Visitasi tersebut mengangkat subtema kepemimpinan adaptif dan kolaboratif dalam tata kelola mitigasi terhadap kerusakan lingkungan melalui pemberdayaan masyarakat terdampak.

Di DPRKPLH, peserta mendapatkan gambaran mengenai strategi pengelolaan sampah sekaligus pendekatan pemberdayaan masyarakat yang menjadi bagian penting dalam upaya menjaga lingkungan.

Pengelolaan Sampah Jadi Fokus Pembelajaran

Pelaksana Tugas (Plt.) Kepala DPRKPLH Kabupaten Ciamis Slamet Budi mengatakan, pihaknya menyambut baik kepercayaan BPSDM Provinsi Jawa Barat yang menjadikan Ciamis sebagai salah satu rujukan dalam visitasi kepemimpinan nasional.

“Kami sangat senang sekali Ciamis dijadikan rujukan terkait dengan visitasi kepemimpinan nasional PKN dari BPSDM Jabar dengan subtemanya kepemimpinan adaptif dan kolaboratif dalam tata kelola mitigasi terhadap kerusakan lingkungan melalui pemberdayaan masyarakat terdampak,” ujar Slamet.

Menurutnya, lingkungan menjadi salah satu objek yang menarik untuk dikaji bersama karena persoalannya bersentuhan langsung dengan kehidupan masyarakat.

Dalam visitasi tersebut, DPRKPLH mengambil fokus pada pemberdayaan masyarakat dan strategi pengelolaan sampah. Peserta diajak melihat bagaimana persoalan sampah tidak hanya ditempatkan sebagai urusan pemerintah, tetapi juga membutuhkan peran aktif masyarakat.

“Artinya, di sisi lingkungan ini yang menjadi objek yang akan dilakukan studi tiru ataupun kajian bersama. Salah satunya di DPRKPLH, selain dari PUPR, kemudian DPMPTSP dan DKUKMP,” katanya.

Slamet menjelaskan, pengelolaan sampah membutuhkan strategi yang berkelanjutan. Penanganannya tidak cukup dilakukan ketika sampah sudah menumpuk, tetapi perlu dimulai dari bagaimana masyarakat mengurangi, memilah dan mengelola sampah sejak dari sumber.

Pendekatan tersebut sekaligus membutuhkan kepemimpinan yang mampu beradaptasi dengan kondisi di lapangan serta membangun kolaborasi dengan masyarakat dan berbagai pihak.

Visitasi Jadi Ruang Berbagi Pengalaman

Sekretaris DPRKPLH Kabupaten Ciamis Aris Taufik Abadi mengatakan, kunjungan peserta PKN menjadi kesempatan untuk saling bertukar pengalaman mengenai pengelolaan lingkungan.

Menurutnya, peserta PKN berasal dari berbagai latar belakang pemerintahan sehingga masing-masing memiliki pengalaman dan perspektif yang berbeda dalam menjalankan kebijakan di daerah.

Karena itu, pihaknya berharap visitasi tidak sekadar menjadi agenda kunjungan, tetapi berkembang menjadi forum berbagi pengalaman dan gagasan.

“Kami berharap dari pertemuan ini akan saling mengisi ataupun sharing session dan bisa menjadi semacam tambahan ilmu ataupun pengalaman dari kabupaten kota lain,” ujar Aris.

Ia menilai, pengalaman daerah lain dapat menjadi masukan penting bagi Ciamis. Begitu pula pengalaman Ciamis dalam pengelolaan lingkungan dapat menjadi bahan pembelajaran bagi peserta.

“Terutama ini para pengambil kebijakan di eselon II,” katanya.

Menurut Aris, pertukaran pengalaman menjadi penting karena setiap kabupaten dan kota memiliki karakteristik serta persoalan lingkungan yang tidak selalu sama.

Melalui forum tersebut, pemerintah daerah dapat saling mengetahui pendekatan yang telah dilakukan, termasuk bagaimana menghadapi kendala dan mencari solusi yang sesuai dengan kondisi masyarakat.

Ciamis Terbuka terhadap Masukan

Slamet Budi menegaskan, Pemerintah Kabupaten Ciamis terbuka terhadap berbagai masukan yang muncul dalam kegiatan visitasi tersebut.

Menurutnya, menjadikan Ciamis sebagai lokus pembelajaran bukan berarti seluruh persoalan lingkungan di daerah telah selesai. Justru, forum seperti ini dapat menjadi kesempatan untuk melihat kembali berbagai kebijakan yang sudah berjalan dan mencari ruang perbaikan.

“Ciamis akan terus berkembang terhadap masukan dari berbagai kabupaten kota yang ada di Indonesia,” ujarnya.

Ia berharap interaksi dengan para peserta PKN dapat memberikan tambahan wawasan sekaligus membuka peluang munculnya gagasan baru dalam pengelolaan lingkungan.

Apalagi, isu sampah dan kerusakan lingkungan merupakan persoalan yang terus berkembang. Perubahan pola konsumsi masyarakat, pertumbuhan wilayah dan meningkatnya aktivitas ekonomi turut membawa konsekuensi terhadap volume maupun jenis sampah yang dihasilkan.

Karena itu, pemerintah dituntut tidak hanya mampu merespons persoalan yang muncul, tetapi juga membangun sistem pencegahan dan pengelolaan yang lebih efektif.

Kepemimpinan Kolaboratif Dibutuhkan

Visitasi di DPRKPLH Ciamis sekaligus memperlihatkan bahwa pengelolaan lingkungan membutuhkan kepemimpinan yang mampu menghubungkan kebijakan pemerintah dengan partisipasi masyarakat.

Kebijakan pengelolaan sampah akan lebih efektif apabila didukung kesadaran masyarakat, kolaborasi lintas sektor serta inovasi yang sesuai dengan kebutuhan di lapangan.

Hal tersebut sejalan dengan tema PKN Tingkat II yang menempatkan kepemimpinan adaptif dan kolaboratif sebagai bagian penting dalam mitigasi kerusakan lingkungan.

Bagi peserta PKN, kunjungan ke DPRKPLH Ciamis menjadi kesempatan untuk melihat langsung bagaimana persoalan lingkungan ditempatkan dalam tata kelola pemerintahan daerah.

Sementara bagi DPRKPLH Ciamis, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk berbagi pengalaman sekaligus menerima masukan dari para peserta yang datang dari berbagai daerah.

Dengan demikian, visitasi tidak berhenti sebagai kegiatan studi lapangan. Pertukaran pengalaman yang terjadi diharapkan dapat melahirkan perspektif baru dalam pengelolaan sampah dan lingkungan, baik bagi Ciamis maupun daerah lain yang mengikuti proses pembelajaran tersebut. (Resa)

Exit mobile version