CIAMIS, sawalajabar.com – Pengelolaan zakat di Kabupaten Ciamis terus diarahkan agar tidak berhenti pada penyaluran bantuan, tetapi berkembang menjadi kekuatan pemberdayaan masyarakat. Komitmen itu ditandai dengan diluncurkannya Kampung Zakat di Desa Bangunharja, Kecamatan Cisaga, Kamis (13/8/2026).
Desa Bangunharja menjadi Kampung Zakat ke-14 di Kabupaten Ciamis. Program yang mengusung tema “Gerbang Surga” tersebut digagas melalui sinergi Pemerintah Kabupaten Ciamis, BAZNAS Kabupaten Ciamis dan Kementerian Agama Kabupaten Ciamis.
Peluncuran berlangsung di halaman Desa Bangunharja dan dihadiri Asisten Daerah III Setda Ciamis Wawan Ruhyat yang mewakili Bupati Ciamis, Ketua BAZNAS Ciamis Lili Miftah, Kasi Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Ciamis Wahidin, Camat Cisaga Osep Hernandi, Kepala Desa Bangunharja Carikin, pengelola UPZ serta tokoh agama dan masyarakat.
BAZNAS Dorong Zakat Jadi Kekuatan Pemberdayaan
Ketua BAZNAS Kabupaten Ciamis Lili Miftah mengapresiasi Pemerintah Desa Bangunharja dan masyarakat yang telah berkomitmen mengembangkan Kampung Zakat.
Menurutnya, kehadiran Kampung Zakat harus diikuti dengan kerja nyata. Potensi zakat yang ada di masyarakat perlu dihimpun dan dikelola secara amanah agar manfaatnya dapat dirasakan lebih luas.
Kampung Zakat juga diharapkan mampu menjadi ruang kolaborasi antara BAZNAS, pemerintah desa, UPZ, tokoh agama dan masyarakat dalam menentukan program yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan warga.
Pendekatan pemberdayaan menjadi penting agar zakat tidak hanya menyelesaikan kebutuhan penerima manfaat dalam jangka pendek, tetapi juga membantu mereka meningkatkan kualitas hidup dan kemandirian.
Lili berharap pengelolaan zakat di Bangunharja dapat berjalan transparan, tertib dan tepat sasaran. Kepercayaan masyarakat, menurutnya, merupakan modal utama dalam membangun ekosistem zakat yang kuat.
Pendidikan dan Kesehatan Jadi Prioritas
Kepala Desa Bangunharja Carikin mengatakan, pemerintah desa bersama UPZ telah menyiapkan sejumlah program yang akan dikembangkan melalui Kampung Zakat.
Dua sektor yang menjadi perhatian awal adalah pendidikan dan kesehatan.
Untuk pendidikan, UPZ Desa Bangunharja menyiapkan program beasiswa bagi mahasiswa. Rencana tersebut akan dikembangkan melalui kerja sama dengan sejumlah perguruan tinggi.
Program tersebut diharapkan dapat membantu mahasiswa dari keluarga yang membutuhkan sekaligus membuka kesempatan lebih besar bagi generasi muda Bangunharja untuk melanjutkan pendidikan ke perguruan tinggi.
“Kami ingin Kampung Zakat ini benar-benar memberikan dampak bagi masyarakat. Potensi zakat harus dikelola dengan baik dan diarahkan kepada kebutuhan masyarakat,” ujar Carikin.
Sementara di bidang kesehatan, UPZ bersama pemerintah desa tengah mempersiapkan upaya peningkatan pelayanan kesehatan masyarakat.
Menurut Carikin, program kesehatan juga penting karena kesejahteraan masyarakat tidak hanya ditentukan oleh kemampuan ekonomi, tetapi juga akses terhadap pelayanan dasar.
Ia menambahkan, kesadaran masyarakat dalam menunaikan zakat akan terus didorong. Pada saat yang sama, pengelolaan dana zakat harus dilakukan secara terbuka agar kepercayaan masyarakat tetap terjaga.
Kemenag Tekankan Tata Kelola Zakat
Kasi Penyelenggara Zakat dan Wakaf Kemenag Kabupaten Ciamis Wahidin mengapresiasi terbentuknya Kampung Zakat di Desa Bangunharja.
Ia mengingatkan agar pengelolaan Kampung Zakat tetap mengacu pada regulasi yang berlaku. Pembinaan dan pengawasan diperlukan untuk memastikan seluruh proses penghimpunan hingga penyaluran zakat berjalan dengan baik.
“Kampung Zakat harus dikelola sesuai ketentuan yang berlaku. Pembinaan, pengawasan dan pengelolaan yang baik menjadi bagian penting,” kata Wahidin.
Menurutnya, keberadaan Kampung Zakat harus mampu membangun kesadaran masyarakat untuk berzakat sekaligus memperkuat kepedulian sosial di lingkungan desa.
Zakat Tidak Cukup Hanya Konsumtif
Bupati Ciamis melalui Asda III Wawan Ruhyat mengatakan, zakat memiliki nilai ibadah sekaligus dimensi sosial yang sangat kuat.
Karena itu, pemerintah daerah mendorong agar potensi zakat dapat dimanfaatkan secara optimal untuk membantu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
“Zakat jangan hanya dipandang sebagai bantuan konsumtif. Ke depan, zakat harus mampu menjadi bagian dari pemberdayaan masyarakat,” ujar Wawan Ruhyat.
Ia menyebutkan, zakat memiliki peluang besar untuk mendukung berbagai program sosial, termasuk membantu pengentasan kemiskinan, meningkatkan akses pendidikan dan kesehatan serta mendorong kemandirian masyarakat.
Menurut Wawan, upaya tersebut membutuhkan sinergi yang kuat. Pemerintah daerah tidak dapat berjalan sendiri, sehingga peran BAZNAS, Kemenag, pemerintah desa, UPZ, tokoh agama dan masyarakat harus terus diperkuat.
Tantangan Setelah Kampung Zakat Diluncurkan
Peluncuran Kampung Zakat Bangunharja menjadi langkah awal. Tantangan berikutnya adalah memastikan program yang telah dirancang benar-benar berjalan dan memberikan hasil.
Pengelolaan zakat diharapkan dilakukan secara transparan, terukur dan tepat sasaran. Data penerima manfaat juga perlu diperhatikan agar bantuan benar-benar diterima masyarakat yang membutuhkan.
Program pendidikan dan kesehatan yang disiapkan menjadi pintu masuk bagi pengembangan program pemberdayaan lainnya. Ke depan, potensi zakat dapat diarahkan untuk mendukung peningkatan kapasitas ekonomi dan kemandirian warga sesuai kebutuhan di Desa Bangunharja.
Dengan menjadi Kampung Zakat ke-14, Bangunharja diharapkan tidak hanya menjadi lokasi penghimpunan dan penyaluran zakat, tetapi berkembang menjadi contoh pengelolaan zakat berbasis masyarakat.
Tema “Gerbang Surga” yang diusung pun diharapkan diterjemahkan melalui kerja nyata. Ukurannya bukan sekadar kegiatan peluncuran, melainkan meningkatnya kesadaran masyarakat untuk berzakat, semakin baiknya tata kelola UPZ dan tumbuhnya manfaat yang dirasakan penerima zakat.
Pada akhirnya, zakat diharapkan mampu menjadi jembatan antara mereka yang memiliki kemampuan untuk berbagi dengan masyarakat yang membutuhkan. Dari Bangunharja, semangat itu diharapkan terus tumbuh dan memberi dampak bagi kesejahteraan masyarakat Ciamis. (Resa)
