CIAMIS, sawalajabar.com,- Universitas Galuh (Unigal) memasuki periode baru kepemimpinan. Sebanyak 11 pimpinan untuk masa jabatan 2026–2030 resmi dilantik, Selasa (11/8/2026).
Pelantikan tersebut menjadi bagian dari penguatan organisasi di lingkungan Universitas Galuh. Bersamaan dengan itu, Unigal juga meresmikan Gedung Teater Fakultas Ilmu Kesehatan (Fikes) sebagai fasilitas baru untuk menunjang berbagai aktivitas akademik dan kemahasiswaan.
Dua agenda tersebut menjadi penanda bahwa penguatan Universitas Galuh tidak hanya dilakukan melalui penataan kepemimpinan, tetapi juga melalui pengembangan sarana yang mendukung kegiatan belajar, diskusi, penelitian, kreativitas, serta aktivitas mahasiswa.
11 Pimpinan Unigal Periode 2026–2030
Sebanyak 11 pimpinan yang dilantik terdiri dari dua Wakil Rektor, Kepala IPMA, Ketua LPPM, serta tujuh dekan fakultas.
Mereka yang menerima amanah memimpin Universitas Galuh selama periode 2026–2030 yakni:
1. Wakil Rektor I: Dr. Yeni Wijayanti, S.S., M.Hum., M.Pd.
2. Wakil Rektor II: Dr. Rizka Andhika Putra, S.Pd., MM.
3. Kepala IPMA: Dr. Bdn. Widya Maya N., SST., M.Kes., M.Tr.Keb.
4. Ketua LPPM: Dr. Ai Tusi Fatimah, S.Pd., M.Si.
5. Dekan FKIP: Dr. Ida Nuraida, S.Pd., M.Pd.
6. Dekan Fakultas Hukum: Dr. Hj. Dewi Mulyanti, SH., MH.
7. Dekan Fakultas Ekonomi: Dr. Nana Darna, SE., MM.
8. Dekan Fakultas Pertanian: Dr. drh. Agus Yuniarwan I., M.P.
9. Dekan FISIP: Dr. Kiki Endah, S.Sos., M.Si.
10. Dekan Fakultas Teknik: Ir. Yanti Defiana, ST., MT.
11. Dekan Fakultas Ilmu Kesehatan: Dini Nurbaeti Zen, S.Kep., Ners., M.Kep., Sp.Kep.Kom.
Pelantikan jajaran pimpinan baru tersebut diharapkan menjadi momentum untuk memperkuat koordinasi antarunit sekaligus menjaga kesinambungan program yang telah berjalan di Universitas Galuh.
Kepala BPMBIK Universitas Galuh, Bdn. Ririn Lestari, SST., M.Kes., mengatakan kepemimpinan baru memiliki tanggung jawab penting dalam membawa organisasi kampus menghadapi dinamika pendidikan tinggi yang terus berkembang.
“Pelantikan pimpinan Universitas Galuh untuk periode 2026–2030 merupakan bagian dari upaya memperkuat konsolidasi organisasi dan tata kelola institusi. Kami berharap para pimpinan yang mendapatkan amanah dapat menghadirkan kepemimpinan yang kolaboratif, responsif, dan berorientasi pada peningkatan mutu,” ujar Ririn.
Menurutnya, penguatan tata kelola harus berjalan seiring dengan peningkatan kualitas layanan kepada mahasiswa dan civitas akademika.
Pendidikan, penelitian, pengabdian kepada masyarakat, serta pengembangan sumber daya manusia menjadi sejumlah aspek yang perlu terus diperkuat agar Universitas Galuh mampu meningkatkan kualitas dan daya saingnya.
“Setiap pimpinan memiliki peran strategis dalam memastikan Universitas Galuh terus bergerak maju, meningkatkan kinerja, memperkuat mutu pendidikan tinggi, dan memberikan kontribusi yang semakin nyata bagi masyarakat,” katanya.
Gedung Teater Fikes Diresmikan
Pada momentum yang sama, Universitas Galuh juga meresmikan Gedung Teater Fakultas Ilmu Kesehatan.
Gedung tersebut dihadirkan sebagai ruang pendukung berbagai kegiatan di lingkungan kampus. Fungsinya tidak terbatas pada kegiatan akademik, tetapi juga dapat digunakan untuk seminar, forum ilmiah, diskusi, kegiatan kemahasiswaan, seni dan budaya hingga pengembangan kreativitas.
Kehadiran fasilitas tersebut diharapkan memberikan ruang yang lebih representatif bagi mahasiswa dan dosen untuk mengembangkan kegiatan di luar proses pembelajaran di ruang kelas.
“Penguatan kelembagaan dan pembangunan fasilitas harus berjalan bersama. Kepemimpinan yang kuat membutuhkan dukungan ekosistem akademik yang baik,” kata Ririn.
Ia berharap Gedung Teater Fikes tidak hanya menjadi fasilitas pelengkap, tetapi benar-benar dimanfaatkan untuk melahirkan berbagai aktivitas positif di lingkungan Universitas Galuh.
“Kehadiran Gedung Teater ini kami harapkan dapat menjadi ruang produktif bagi mahasiswa, dosen, dan seluruh civitas akademika untuk belajar, berdiskusi, berkarya, serta mengembangkan kreativitas,” ujarnya.
Penguatan Kampus Berjalan Bersamaan
Pelantikan pimpinan baru dan peresmian Gedung Teater Fikes menjadi dua bagian dari langkah Universitas Galuh dalam memperkuat institusi.
Di satu sisi, struktur kepemimpinan diperkuat untuk memastikan tata kelola organisasi berjalan efektif. Di sisi lain, pengembangan fasilitas terus dilakukan untuk menciptakan lingkungan akademik yang mendukung proses pendidikan dan pengembangan potensi mahasiswa.
Bagi BPMBIK Universitas Galuh, penguatan kelembagaan juga perlu dibarengi dengan komunikasi publik yang baik. Perkembangan dan berbagai program universitas perlu disampaikan kepada masyarakat secara terbuka dan bertanggung jawab.
“Bagi BPMBIK, momentum ini juga menjadi bagian penting dalam membangun komunikasi publik yang positif mengenai perkembangan Universitas Galuh. Kami akan terus menyampaikan informasi secara akurat, terbuka, dan bertanggung jawab kepada masyarakat,” tutur Ririn.
Dengan hadirnya jajaran pimpinan baru periode 2026–2030 serta fasilitas akademik yang terus bertambah, Universitas Galuh berupaya menjaga ritme pengembangan kampus agar tetap berjalan.
Langkah tersebut menjadi bagian dari ikhtiar Unigal untuk mewujudkan visi sebagai Universitas Konservasi dan Budaya yang Unggul dan Berdaya Saing Global.
Penguatan kepemimpinan, tata kelola, mutu akademik, sumber daya manusia, serta fasilitas pendidikan diharapkan semakin memperkuat peran Universitas Galuh sebagai perguruan tinggi yang tidak hanya berkembang di lingkungan kampus, tetapi juga mampu memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.
