CIAMIS,- Bupati Ciamis Herdiat Sunarya memberikan teladan nyata dalam mendukung pelaksanaan Sensus Ekonomi 2026. Saat petugas Badan Pusat Statistik (BPS) datang ke Pendopo Bupati Ciamis, Jumat (17/7/2026), Herdiat bersama istri menerima proses pendataan secara langsung dan menjadi responden sensus.
Langkah tersebut menjadi bentuk komitmen Pemerintah Kabupaten Ciamis dalam menyukseskan program strategis nasional sekaligus mengajak masyarakat untuk berpartisipasi aktif memberikan data yang akurat demi mendukung perencanaan pembangunan yang lebih tepat sasaran.
Suasana pendataan berlangsung hangat di ruang tamu Pendopo Bupati. Petugas BPS melakukan wawancara sesuai prosedur, sementara Herdiat memberikan informasi yang dibutuhkan dengan terbuka. Setelah proses pendataan selesai, Bupati bahkan memasang sendiri stiker Sensus Ekonomi 2026 sebagai simbol bahwa proses pencacahan telah dilaksanakan.
Menurut Herdiat, data merupakan fondasi utama dalam penyusunan kebijakan pemerintah. Tanpa data yang valid, program pembangunan berpotensi tidak tepat sasaran dan kurang efektif menjawab kebutuhan masyarakat.
“Kita sangat membutuhkan data yang akurat. Setiap kebijakan yang diambil pemerintah harus didasarkan pada kondisi yang sebenarnya. Kalau datanya benar, kebijakan yang lahir pun akan lebih tepat sasaran,” ujar Herdiat.
Ia menilai Sensus Ekonomi memiliki nilai strategis karena menghasilkan gambaran nyata mengenai aktivitas ekonomi masyarakat, mulai dari usaha mikro hingga perusahaan berskala besar. Data tersebut nantinya menjadi dasar dalam menyusun kebijakan pembangunan ekonomi, pemberdayaan pelaku usaha, hingga peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Herdiat mengatakan, selama ini Pemerintah Kabupaten Ciamis menjadikan data Badan Pusat Statistik sebagai salah satu rujukan penting dalam proses perencanaan pembangunan karena disusun melalui metodologi yang jelas dan dapat dipertanggungjawabkan.
Menurutnya, perbedaan data antarinstansi sering kali menjadi tantangan dalam pelaksanaan program pemerintah.
“Kalau setiap lembaga menggunakan data yang berbeda, tentu akan menyulitkan dalam menentukan kebijakan. Dampaknya bisa membuat program atau bantuan yang diberikan tidak sesuai dengan kondisi di lapangan. Karena itu saya selalu mendorong penggunaan data yang akurat,” katanya.
Ia mencontohkan, dalam berbagai program pembangunan, termasuk pengentasan kemiskinan, penanganan stunting, hingga pemberdayaan ekonomi masyarakat, kualitas data menjadi faktor yang sangat menentukan keberhasilan pelaksanaan program.
Karena itu, Herdiat mengajak seluruh masyarakat, khususnya para pelaku usaha di Kabupaten Ciamis, untuk menerima petugas sensus dengan baik dan memberikan informasi sesuai kondisi yang sebenarnya.
“Saya mengajak masyarakat agar mendukung Sensus Ekonomi 2026. Terimalah petugas sensus dengan baik dan berikan data yang benar. Kejujuran dalam memberikan informasi akan menghasilkan data yang berkualitas, sehingga pemerintah dapat menyusun kebijakan yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” ajaknya.
Bupati menegaskan bahwa partisipasi masyarakat bukan sekadar memenuhi kewajiban sebagai responden, melainkan menjadi kontribusi nyata dalam menentukan arah pembangunan daerah dan nasional pada masa mendatang.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan sensus, Herdiat juga memasang stiker Sensus Ekonomi 2026 di Pendopo Bupati. Simbol tersebut menjadi penanda bahwa proses pendataan telah selesai sekaligus ajakan kepada masyarakat untuk ikut berpartisipasi menyukseskan sensus.
Sensus Ekonomi 2026 merupakan agenda nasional yang dilaksanakan Badan Pusat Statistik untuk memotret struktur dan perkembangan aktivitas ekonomi di Indonesia. Data yang dihimpun akan menjadi dasar dalam penyusunan berbagai kebijakan pemerintah, penguatan daya saing daerah, peningkatan investasi, hingga perencanaan pembangunan ekonomi yang lebih inklusif dan berkelanjutan.
Melalui keteladanan yang ditunjukkan Bupati Herdiat Sunarya, Pemerintah Kabupaten Ciamis berharap semakin banyak masyarakat yang memahami pentingnya Sensus Ekonomi 2026. Sebab, di balik setiap data yang diberikan, tersimpan informasi penting yang akan menjadi pijakan bagi lahirnya kebijakan pembangunan yang lebih terarah, efektif, dan berpihak kepada kesejahteraan masyarakat. (Resa)
