Indeks

Dari Lahan hingga Bulog, Polres Ciamis Perkuat Pengawalan Program Swasembada Pangan

CIAMIS, sawalajabar.com,-  Di balik hamparan lahan pertanian yang mulai ditanami jagung dan aktivitas petani yang bersiap menghadapi musim panen, terdapat peran lain yang tak banyak terlihat.

Tidak hanya menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat, jajaran Polres Ciamis kini turut mengawal program ketahanan pangan nasional, mulai dari proses penanaman hingga memastikan hasil panen petani terserap pasar.

Komitmen tersebut menjadi bagian dari dukungan Polri terhadap program swasembada pangan yang tengah digencarkan pemerintah.

Melalui berbagai langkah pendampingan dan pengawasan, Polres Ciamis berupaya memastikan rantai produksi pangan berjalan optimal, sekaligus memberikan kepastian bagi para petani dalam memasarkan hasil panennya.

Kapolres Ciamis AKBP Hidayatullah menegaskan, ketahanan pangan merupakan salah satu program strategis nasional yang membutuhkan keterlibatan seluruh elemen, termasuk Polri.

Menurutnya, keberhasilan mewujudkan swasembada pangan tidak hanya ditentukan oleh sektor pertanian semata, tetapi juga membutuhkan stabilitas keamanan, kelancaran distribusi, serta sinergi berbagai pihak dari tingkat pusat hingga daerah.

“Polri hadir untuk mendukung program pemerintah dalam mewujudkan ketahanan pangan nasional. Kami memastikan situasi kamtibmas tetap kondusif sehingga seluruh program dapat berjalan dengan baik dan memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar AKBP Hidayatullah. Minggu (14/06/2026)

Ia menjelaskan, keterlibatan Polri dalam program ketahanan pangan dilakukan melalui berbagai upaya, mulai dari pengawasan distribusi pangan, pendampingan kelompok tani, pemetaan potensi lahan pertanian hingga mendorong peningkatan produksi komoditas strategis.

Di Kabupaten Ciamis, program ketahanan pangan tahun 2026 menargetkan penanaman jagung seluas 1.021 hektare. Selain itu, terdapat target serapan hasil panen ke Bulog sebanyak 2.500 ton dan fasilitasi penyaluran Kredit Usaha Rakyat (KUR) melalui perbankan Himbara kepada 50 penerima.

Target tersebut menjadi bagian dari kontribusi Polres Ciamis dalam mendukung program ketahanan pangan yang dicanangkan pemerintah dan dikoordinasikan oleh Polda Jawa Barat.

Berdasarkan hasil analisa dan evaluasi (Anev) yang dilakukan Polres Ciamis, realisasi penanaman jagung hingga saat ini telah mencapai 80,69 hektare.

Capaian tersebut masih akan terus ditingkatkan mengingat masih terdapat kekurangan sekitar 940,31 hektare untuk mencapai target yang telah ditetapkan.

AKBP Hidayatullah mengatakan pihaknya terus menggerakkan seluruh jajaran, termasuk para Kapolsek dan Bhabinkamtibmas, agar aktif mendampingi kelompok tani dan berkoordinasi dengan pemerintah desa maupun penyuluh pertanian.

“Kami terus membangun sinergi dengan seluruh stakeholder agar target yang telah ditetapkan dapat tercapai. Peran Bhabinkamtibmas di lapangan sangat penting karena mereka menjadi penghubung antara petani, pemerintah desa dan instansi terkait,” katanya.

Selain fokus pada penanaman, Polres Ciamis juga memberikan perhatian terhadap penyerapan hasil panen petani. Berdasarkan data evaluasi, hingga saat ini realisasi serapan ke Bulog mencapai 155,957 ton.

Meski masih jauh dari target akhir sebesar 2.500 ton, Polres Ciamis optimistis capaian tersebut akan terus bertambah seiring meningkatnya produksi dan musim panen di sejumlah wilayah pertanian.

Menurut Kapolres, penyerapan hasil panen menjadi faktor penting dalam menjaga semangat petani untuk terus berproduksi. Kepastian pasar dan harga yang layak menjadi salah satu kunci keberhasilan program ketahanan pangan.

“Petani harus merasakan manfaat dari setiap program yang dijalankan. Ketika hasil panen terserap dengan baik, maka roda ekonomi masyarakat juga akan bergerak dan kesejahteraan petani meningkat,” ungkapnya.

Tak hanya mengawal produksi dan pemasaran hasil panen, Polres Ciamis juga melakukan evaluasi terhadap akses pembiayaan pertanian melalui program KUR. Sejumlah kelompok tani telah tercatat memperoleh akses pembiayaan, di antaranya Kelompok Tani Hj Annas, Poktan Gempar serta kelompok tani di lingkungan PP Muhammadiyah.

Program pembiayaan tersebut diharapkan mampu membantu petani memperoleh modal usaha yang lebih mudah sehingga dapat meningkatkan produktivitas pertanian dan memperluas lahan garapan.

AKBP Hidayatullah menegaskan bahwa ketahanan pangan merupakan fondasi penting bagi ketahanan nasional. Karena itu, keberhasilannya tidak bisa hanya dibebankan kepada pemerintah atau petani, melainkan membutuhkan dukungan seluruh elemen masyarakat.

“Ketahanan pangan adalah bagian dari ketahanan bangsa. Ketika pangan tersedia, distribusi berjalan lancar dan petani sejahtera, maka stabilitas sosial dan keamanan masyarakat juga akan semakin kuat,” tegasnya.

Melalui penguatan sinergi dengan pemerintah daerah, Bulog, kelompok tani, perbankan dan seluruh pemangku kepentingan lainnya, Polres Ciamis optimistis target ketahanan pangan tahun 2026 dapat dicapai secara bertahap.

Dari lahan pertanian hingga gudang Bulog, pengawalan yang dilakukan Polres Ciamis menjadi bukti bahwa menjaga ketahanan pangan kini menjadi bagian dari upaya bersama dalam mewujudkan kemandirian bangsa dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat. (Resa)

Exit mobile version